KPU Harap Debat dan Kampanye Menjadi Referensi Memilih

POLITIK | 14 April 2019 01:15 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berharap penyelenggaraan debat dan kampanye bisa menjadi referensi bagi pemilih. Sehingga, dia mengharapkan, masyarakat dapat menggunakan hak suaranya pada pencoblosan Pemilu 17 April 2019.

"Harapan kami, penyelenggaraan debat dan kampanye dapat menjadi referensi bagi pemilih untuk menggunakan hak konstitusionalnya," katanya saat menutup debat terakhir calon presiden, di Jakarta, Sabtu (13/4).

Didampingi Ketua Bawaslu Abhan Misbah dan Ketua DKPP RI Harjono, Arief juga berharap seluruh pemilih bisa berpartisipasi pada pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019. Dia meminta seluruh masyarakat untuk menjaga kebersamaan, dan jika ada persoalan diselesaikan sesuai perundang-undangan.

"Memasuki tiga hari masa tenang, kami berpesan seluruh penyelenggara untuk menuntaskan tugas berpegang teguh prinsip kerja profesional, transparan, berintegritas," ujarnya.

Selain itu, Arief mengungkapkan, tidak diperbolehkan lagi melakukan kegiatan kampanye pada masa tenang.

Pada debat capres ke-5 pada Pilpres 2019, KPU telah menunjuk 10 panelis untuk merancang pertanyaan, yakni Prof Mohammad Nasih (Rektor Universitas Airlangga), Eddy Suratman (Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura), Arief Mufriani (Dosen FIB UIN Syarif Hidayatulla), Suharnomo (Dekan FEB Universitas Diponegoro), serta Herman Karamoy (Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi).

Kemudian, I Nyoman Mahaendra Yasa (Dekan FEB Universitas Udayana), Hanif Amali Rivai (Dekan FE Universitas Andalas), Prof Dermawan Wibisono (Guru Besar SBM ITB), Tukiman Tarunasayoga (Dosen Community Development Unika Soegijapranoto, Undip dan UNS), dan Rachmi Hertanti (Direktur Eksekutif Indonesia For Global Justice).

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon, yakni Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin pada nomor urut 01 dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada nomor urut 02.

Baca juga:
Ditanya Wartawan Soal Kesalahan Presiden Terdahulu, Prabowo Jawab 'Kau dari Mana?'
AHY Sebut Pemimpin Terdahulu Wajib Diapresiasi
Erick Thohir Sayangkan Pernyataan Prabowo Soal Kesalahan Presiden Terdahulu
Sandiaga Tutup Debat Pamungkas dengan Ajakan Tusuk Prabowo Sandi
Jokowi Berambisi Bentuk Super Holding BUMN
AHY Tegaskan Tidak Mungkin Demokrat Keluar Koalisi Prabowo

(mdk/fik)