KPU: Pencoblosan 27 November 2024 Berpotensi Masalah dan Penyelenggara Kelelahan

KPU: Pencoblosan 27 November 2024 Berpotensi Masalah dan Penyelenggara Kelelahan
Ketua KPU Arief Budiman. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 18 Oktober 2021 20:13 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengharapkan tahapan pemilu dan pilkada tidak beririsan pada Pemilu Serentak 2024 sesuai usulan pemerintah.

"Boleh, kami sanggup laksanakan pemilu pada 15 Mei 2024, namun ada syaratnya. Ini agar tahapan pemilu dan pilkada tidak beririsan," kata Anggota KPU RI Arief Budiman dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Bawaslu Kepri, Senin (18/10).

Arif mengungkapkan syarat yang diinginkan KPU RI yakni pemungutan suara untuk Pilkada Serentak 2024 dilaksanakan pada 21 Februari 2025. Jika pemungutan suara pilkada 21 Februari 2025, menurut dia irisan tahapan pilkada dapat terhindarkan. Beban kerja penyelenggara pemilu dan pilkada juga tidak menumpuk, dan tidak terlalu berat.

"Kalau pemungutan suara dilaksanakan pada 27 November 2024, banyak tahapan pemilu dan pilkada yang beririsan. Ini tidak efektif, potensial menimbulkan masalah, dan penyelenggara pasti kelelahan. Ini beban berat," ujar dia.

Arief mengemukakan sampai sekarang jadwal pemungutan suara belum ditetapkan. KPU mengusulkan pemilu serentak dilaksanakan pada 21 Februari 2024, sedangkan pilkada serentak pada 27 November 2024 berdasarkan UU Nomor 10/2016.

"Kalau dilaksanakan (pemilu) 21 Februari 2024, ada jarak tiga bulan pendaftaran calon, tetapi kalau 15 mei 2024 bisa melampaui masa jabatan kepala daerah," kata dia.

Sementara pemerintah mengusulkan pemilu serentak dilaksanakan 15 Mei 2024, dan pilkada serentak pada 27 November 2024.

Setidaknya ada lima tahapan antara pemilu dan pilkada saling beririsan pada tahun 2024. Persoalan lain juga muncul jika dikaitkan dengan berakhirnya masa jabatan kepala daerah.

"Usulan kami ini bukan melempar isu, tetapi sudah kami sampaikan dan sudah dikonsultasikan ke berbagai pihak terkait," tandansya. Dikutip Antara. (mdk/gil)

Baca juga:
PPP Mulai Jajaki Bakal Capres 2024 yang akan Didukung
PKB Tanggapi Ridwan Kamil: Urusan Kampanye Bukan Soal Ketinggalan Zaman
Mahfud Sebut Pemerintah Usul Hari Pemilu yang Efisien Waktu dan Biaya
JK Tegaskan PMI Netral di Pemilu 2024, Hanya Berpihak pada Kemanusiaan
HUT ke-57, Golkar Usung Tema 'Bersatu untuk Menang' Jelang Pemilu 2024
Ridwan Kamil: Kampanye Lewat Baliho Ketinggalan Zaman

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami