KPU Pertimbangkan Laporkan Saksi Kubu Prabowo Beti Kristiana

POLITIK | 24 Juni 2019 19:12 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum mempertimbangkan melaporkan saksi yang dihadirkan BPN Prabowo-Sandiaga ke dalam sidang sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi. Salah satu saksi yang dinilai KPU menyudutkan adalah Beti Kristiana.

Nama Beti disorot karena kesaksiannya tumpukan amplop bertanda tangan dan berserakan di Kantor Kecamatan Juwangi dalam jumlah banyak pada 18 April pukul 19.30 WIB atau sehari setelah pencoblosan Pemilu 2019.

"Kami belum merespons mengambil langkah tindak lanjut atau tidak. Tapi kita bahas (internal) dulu," kata Arief di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (24/6).

Arief mempertanyakan pengakuan Beti terkait amplop-amplop yang ditemukan tersebut. "Misal yang dapat amplop itu, gimana dapatnya atau ngambilnya? karena tak mungkin tiba-tiba ada barang yang kita diberikan," jelas Arief.

Langkah untuk melaporkan saksi kubu Prabowo juga akan dilakukan TKN Jokowi-Ma'ruf. Melalui Juru Bicaranya, Razman Nasution, Saksi Beti Kristiana dituding memberi telah keterangan palsu dan telah melanggar sumpah saksi.

"Saksi Beti malah kami mau laporkan ke polisi karena memberi keterangan palsu. Maka apabila keadaan-keadaan ini mendesak, terus ada yang mengganggu, ada yang membuat kekacauan dan sebagainya. Itu di proses," kata Razman dalam acara diskusi MNC Trijaya Network, di Jakarta Pusat, Sabtu 22 Juni 2019.

Reporter: M Radityo

Baca juga:
Gugatan Diterima, PKS Pertimbangkan Laporkan KPU Sumsel dan Empat Lawang ke Polisi
Gagal Gelar Pemilihan Suara Lanjutan, 5 Komisioner KPU Palembang Jadi Tersangka
Bukti Gugatan Pilpres Prabowo-Sandi di MK Dianggap Tidak Kuat
Banyak Pemilih Tak Bisa Mencoblos, Anggota KPU Palembang Jadi Tersangka
Komisioner KPU Pertanyakan Kesiapan Infrastruktur untuk Terapkan Sistem e-Voting

(mdk/ray)