KPU resmi larang eks napi korupsi jadi Caleg di Pemilu 2019

POLITIK | 1 Juli 2018 13:24 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dalam Pemilu 2019. Salah satu poinnya berisi larangan bagi mantan koruptor maju sebagai Calon Legislatif di Pemilu.

Hal ini dibenarkan oleh Komisioner KPU Ilham Saputra, saat dikonfirmasi. "Iya (telah diterbitkan PKPU Nomor 20 Tahun 2018)," ucap Ilham kepada Liputan6.com, Minggu (1/7).

Namun, dia belum menjelaskan lebih detil terkait terbitnya PKPU tersebut.

Sebelumnya, dikutip dari laman resmi KPU RI, di Jakarta, Ketua KPU RI Arief Budiman telah menetapkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten atau kota pada Sabtu 30 Juni 2018.

Dalam salah satu pasal di PKPU tersebut, mengatur larangan mantan koruptor berpartisipasi sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2019. Aturan tersebut tertera pada Pasal 7 Ayat 1 huruf h, berbunyi "Bukan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, atau korupsi,".

Dengan ditetapkannya Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018, maka ketentuan tentang larangan eks koruptor mencalonkan diri menjadi anggota legislatif sudah bisa diterapkan pada masa pendaftaran bakal caleg mendatang.

Adapun pendaftaran bakal calon anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten atau kota untuk Pemilu 2019 akan dibuka mulai 4 hingga 17 Juli 2018.

Reporter:Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
PKPU tentang larangan eks napi korupsi nyaleg batal jika tak jadi UU
Meski ditolak Kemenkum HAM, KPU tetap larang eks napi korupsi jadi caleg
KPU sebut bisa secara otomatis berlakukan PKPU larangan eks napi korupsi nyaleg
Golkar usul aturan eks napi korupsi dilarang jadi Caleg dibuat imbauan saja
Wiranto sebut Menkum HAM bakal dipidana jika tanda tangan PKPU

(mdk/noe)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com