KPU Soal Tunda Pilkada: Kita sudah Keluarkan Effort, Energi, Anggaran Besar

KPU Soal Tunda Pilkada: Kita sudah Keluarkan Effort, Energi, Anggaran Besar
POLITIK | 1 Oktober 2020 23:37 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Pelaksana harian (Plh) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra tak menutup mata terkait usulan menunda Pilkada Serentak 2020 karena Pandemi Covid-19. Namun, KPU bersama DPR dan Pemerintah dari hasil rapat tetap sepakat melaksanakan Pilkada pada Desember nanti.

"Kita tidak menutup mata, nah yang perlu saya sampaikan penundaan Pilkada ini haruslah dibicarakan ketiga lembaga yakni KPU, Pemerintah dan juga DPR. Dan di Rapat Dengar Pendapat terakhir masih sepakat melaksanakan Pilkada," tutur Ilham menanggapi pertanyaan peserta webinar pada Kamis (1/10).

Terlebih, tambahnya, KPU telah keluarkan energi dan anggaran yang cukup besar agar Pilkada tetap berlangsung. Apalagi, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tetap mendukung pelaksanaan Pilkada sampai saat ini.

"KPU sampai saat ini tetap melaksanakan Pilkada, apalagi KPU sudah mengeluarkan effort yang begitu besar, baik tenaga, energi, atau anggaran yang sudah kita keluarkan sudah banyak," katanya.

Soal penundaan, Ilham pun mengingatkan bahwa KPU juga sempat telah menunda pelaksanaan Pilkada pada Maret kemarin. Walaupun, penundaan waktu itu merupakan usulan KPU sebagai penyelenggara.

"Nah pada saat ini kita sudah menjalankan dan melewati fase yang krusial dan kita mampu melewati ini dengan relatif baik ya. Tinggal kemudian KPU bersama Bawaslu, Pemerintah dan DPR yang sudah mengeluarkan PKPU No 13 yang saya rasa ampuh agar seluruh masyarakat mematuhi protokol kesehatan Covid 19," jelasnya.

Belum Ada Penyelenggara Terpapar Covid Karena Tugas Pilkada

Sementara itu, Ilham mengklaim selama pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2020 pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan laporan jika ada petugas yang terpapar Covid-19 saat menjalankan tugas Pilkada.

Karena, kata ia, selama melaksanakan tugas pihaknya selalu membekali para petugas dengan protokol kesehatan yang ketat. Lalu apabila terkena banyak faktor yang mempengaruhi dan bukan karena Pilkada.

"Alhamdulillah belum ada laporan aparat kami, karena melakukan tugas seperti door to door kemudian berinteraksi dengan masyarakat. Jadi yang terpapar, banyak faktor tidak cuman Pilkada saja, seperti pertemuan-pertemuan gitu ya dengan orang lain, nongkrong, atau istri yang bekerja di rumah sakit dan lain sebagainya," jelasnya.

"Sekali lagi dengan penerapan protokol Covid-19 yang cukup ketat, maka insyaallah kita bisa melaksanakan Pilkada ini dengan baik dan selamat," lanjutnya. (mdk/ded)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami