Kubu Airlangga Klaim Mayoritas Kader Ingin Caketum Golkar Didukung 30 Persen DPD

Kubu Airlangga Klaim Mayoritas Kader Ingin Caketum Golkar Didukung 30 Persen DPD
Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily. Dokumen Partai Golkar
NEWS | 28 November 2019 16:24 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Kubu bakal calon Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menginginkan mekanisme pencalonan ketua umum melalui 30 persen dukungan tertulis dari pemegang hak suara. Menurut Ketua DPP Partai Golkar sekaligus loyalis Airlangga, Ace Hasan Syadzily, mayoritas kader ingin mekanisme usulan tersebut dilaksanakan.

"Kalau kebanyakan di rapat SC kemaren semua kecenderungannya menginginkan supaya surat dukungan itu. Karena itu adalah sebagai bentuk formal dari suara daerah," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11).

Ace membenarkan bahwa hal itu sempat jadi perdebatan dalam rapat pleno semalam (27/11). Namun, kata dia, semua itu akan putuskan lebih lanjut dalam Musyawarah Nasional (Munas).

2 dari 4 halaman

Syarat Dukungan 30 Persen Tak Langgar AD/ART

Dia menjelaskan, memang dalam AD/ART tidak disebutkan mekanisme pengambilan 30 persen dukungan suara harus melalui bilik suara ataupun surat dukungan. Maka dari itu, dia menegaskan cara mekanisme pencalonan ketua umum lewat 30 persen dukungan tertulis tak melanggar AD/ART.

"Tidak melanggar AD/ART sama sekali. Karena tidak ada keharusan bahwa di salam proses pencalonan itu harus dipilih melalui bilik suara," ungkapnya.

Ace tidak mengungkap alasan pasti dari penggunaan surat dukungan itu. Dia hanya menegaskan bahwa mekanisme melalui bilik suara tidak bisa diketahui setiap kader memilih siapa.

"Kalau bilik suara kan kita tidak tahu dia akan milih siapa sementara kalau melalui surat itu dukungan artinya bahwa dia telah diberikan mandat oleh organisasi oleh mekanisme rapat," ucapnya.

3 dari 4 halaman

Pemilihan Caketum akan Demokratis

Kendati demikian, Ace menegaskan mekanisme pemilihan ketua umum akan berlangsung demokratis. Meski melalui penjaringan dukungan maju calon ketua umum melalui mekanisme surat dukungan.

"Setelah itu tahap yang kedua adalah pencalonan nah pencalonan itu harus mendapatkan dukungan 30 persen kalau sudah memenuhi 30 persen baru kemudian dia dapat dipilih langsung melalui bilik suara. Jadi tetep. Ujungnya tetep pemilihan melalui bilik suara," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Kubu Bamsoet Permasalahkan Dukungan 30 Persen DPD

Sebelumnya, rapat pleno digelar Partai Golkar di markasnya, Rabu (27/11) malam kemarin, banyak menuai protes para kader. Mereka merasa Airlangga Hartarto sebagai pimpinan partai, mencoba memasukkan aturan calon ketua umum di luar ketetapan partai.

Adapun aturan ingin didorong Airlangga dalam rapat, yakni mengharuskan para kader Partai Golkar memiliki 30 persen dukungan bila ingin maju sebagai calon ketua umum di Musyawarah Nasional (Munas). Usulan itu langsung menuai protes para pengurus pusat.

"Tidak ada dalam aturan partai bahwa untuk maju sebagai calon ketua umum di Munas. Itu sama saja menjegal peluang para kader untuk berkompetisi," ujar fungsionaris Partai Golkar Mirwan Vauly kepada merdeka.com, Kamis (28/11). (mdk/ray)

Baca juga:
Kubu Airlangga Batah Tudingan Loyalis Bamsoet Soal 3 Menteri Tekan DPD
Airlangga Tawari Jabatan Kepada Loyalis Bamsoet
Bantah Dipaksa, DPD Golkar Jatim Kompak Dukung Airlangga
Tanpa Tata Cara Pemilihan, Hasil Munas Golkar Berisiko Hilang Legitimasi
Tagih Laporan Keuangan Golkar, Kubu Bamsoet Ancam Adukan Airlangga ke KPK

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami