Kubu Bamsoet Miris Bendum yang Biayai Operasional Dilarang Masuk DPP Golkar

POLITIK | 4 September 2019 17:58 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kader Partai Golkar pro Bambang Soesatyo (Bamsoet) menggelar rapat tertutup di ruang Semeru, Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9). Mereka mendesak pengurus pusat Partai Golkar segera menggelar rapat pleno.

Awalnya mereka ingin melakukan pleno di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat. Namun, markas beringin dijaga ketat sehingga digelar di Hotel Sultan.

"Tadi beberapa pengurus pleno ada sekitar 143 yang fisik dan non fisik, saya katakan non fisik ada beberapa yang tidak hadir secara fisik tapi absen jadi total 143 berusaha untuk datang ke DPP Partai Golkar," kata Koorbid Pemenangan Partai Golkar, Nusron Wahid saat jumpa pers di Hotel Sultan, Rabu (4/8).

"Namun tidak bisa masuk karena dikunci rapat dan dijaga oleh AMPG, oknum-oknum AMPG saya katakan dan polisi," sambung Nusron.

Nusron melihat tragis para pengurus tidak bisa melakukan rapat di kantornya sendiri. Padahal, pihaknya juga mengeluarkan uang untuk perawatan dan keamanan kantor Golkar.

"Ini adalah sesuatu yang sangat tragis karena seorang pengurus, bendahara partai yang selama ini membayar maintanance, ngecat ngecat semua, membayar mereka semua tapi tidak masuk ke (kantor) partai. Jadi saya kehilangan akal sehat ini kalau kata Rocky Gerung," ujarnya.

Selain Nusron, rapat dihadiri Bendum Golkar Robert J Kardinal, politikus Golkar Darul Siska, Viktus Murin, Ali Yahya dan Andi Sinulingga.

Baca juga:
Rapat Pleno Kubu Bamsoet Dipindah ke Hotel Sultan
Yorrys: Rapat Pleno Golkar Kubu Bamsoet Bahas Evaluasi Pemilu
Nusron Wahid akan Pimpin Rapat Pleno Golkar kubu Bamsoet
Kubu Bamsoet Tetap Gelar Pleno Meski Diusir dari DPP Golkar
Loyalis Airlangga Ingatkan Kubu Bamsoet: Undangan Pleno Harus Ditandatangani Ketum
Kubu Bamsoet akan Gelar Pleno, Kantor DPP Golkar Dijaga Ketat
Golkar Kembali Terbelah Jelang Munas 2019

(mdk/rnd)