Kubu Jokowi sudah prediksi kasus Ratna akan muncul seperti trik Pilpres AS

POLITIK | 5 Oktober 2018 12:52 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Budiman Sujatmiko menilai pengakuan Ratna Sarumpaet atas kebohongannya sudah diprediksi. Peristiwa tersebut menurutnya trik pengulangan saat proses pemilihan Presiden di Amerika yang memenangkan Donald Trump.

Dalam jumpa pers nya di posko pemenangan, di Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Budi bahkan mengatakan prediksi adanya peristiwa ‘heboh’ saat Pilpres 2019 sudah dipelajari sejak 2017, saat Pilkada DKI Jakarta.

"Saya juga adalah orang yang mengamati mempelajari fenomena politik yang merupakan penjiplakan pengulangan di AS saat pilpres (yang memenangkan) Donald Trump. Apa yang kita lihat kasus RS (Ratna Sarumpaet) sudah kita prediksi bahkan semenjak Pilkada DKI 2017," ujar Budiman, Jumat (5/10).

Dia menjelaskan, trik seperti itu melibatkan peran teknologi dan psikologi, hal itu dilihat dari tujuan dan dampak satu peristiwa yang dibuat. Untuk kasus kebohongan Ratna Sarumpaet, kata Budi, dia menduga merupakan satu trik untuk memunculkan kehebohan sehingga tidak murni tindakan kebohongan seperti yang telah diakui ibu aktris Atiqah Hasiholan tersebut.

Politisi PDIP itu mengatakan 'skenario' heboh dari kasus Ratna terlihat saat Capres Prabowo Subianto menyampaikan langsung pandangannya atas apa yang menimpa Ratna, sebelum akhirnya terbongkar kebohongan.

"Saat itu bahkan Prabowo sendiri yang menyampaikan responsnya atas apa yang menimpa RS, padahal di sana ada Djoko Santoso, Amin Rais. Isu ibu RS dipukuli adalah isu yang terencana atau patut diduga karena adalah yang mau disasar (pemikiran) bahwa Jokowi mengancam orang yang kritis," tukasnya.

Sebelumnya, sempat beredar di media sosial foto wajah bengap Ratna. Disebutkan bahwa juru kampanye Prabowo-Sandi itu dikeroyok di Bandung pada 21 September.

Reaksi cepat dilakukan Prabowo dengan mengunjungi Ratna bersama-sama dengan Amin Rais. Tak berselang lama, Capres nomor urut 02 itu menyatakan pernyataan resminya dengan menyebut perbuatan yang diterima Ratna adalah tindakan keji, biadab. Dalam pernyataannya pula, ia menyebut tindakan pengeroyokan terhadap Ratna adalah tindakan represif.

Rabu (3/10) Ratna mengakui kebohongannya dan meminta maaf telah membohongi semua pihak, termasuk Prabowo Subianto.

Kamis malam, aktivis era 98 itu ditangkap Polda Metro Jaya di Bandara Soekarno Hatta saat hendak bertolak ke Chile. Saat penangkapan tersebut, status Ratna adalah tersangka. (mdk/eko)

Baca juga:
Polisi diminta selidiki kemungkinan propaganda ala Rusia di hoaks Ratna Sarumpaet
Polisi dalami kesamaan rekening Ratna bayar oplas & tampung donasi
Anies sebut dana Pemprov DKI buat Ratna Sarumpaet ke Chile diusulkan sejak Februari
Pemprov sponsori Ratna ke Chile, Sandi akui DKI terima banyak proposal
Putuskan Ratna Sarumpaet ditahan atau tidak, polisi tunggu 1x24 jam

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.