Kubu Prabowo Akan Gunakan Tirai Lindungi Saksi Sengketa Pilpres

POLITIK | 18 Juni 2019 08:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto terus berupaya untuk menghadirkan saksi dalam persidangan hasil pemilu presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Melalui advokasi Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK), dia yakin, saksi dapat dijamin keselamatannya selama memberi keterangan persidangan.

"LPSK ternyata pernah punya pengalaman untuk melakukan teleconference atau video conference, juga memeriksa saksi menggunakan tirai, tanpa tampak wajah, tapi identitas terkroscek (valid)," kata pria karib disapa BW ini di Gedung MK, Jakarta, Selasa (18/6).

Kewenangan LPSK dalam memberi perlindungan terhadap saksi dan korban saat ini memang sebatas peradilan pidana. Kendati adanya nota kesepahaman antara MK dan LPSK, mandat dari hasil permusyawaratan hakim dapat menginstruksikan LPSK untuk berwenang dalam melindungi saksi di persidangan konstitusi.

"Di Konstitusi itu lebih luas lagi. Siapapun, setiap orang, warga negara wajib dilindungi. Mudah-mudahan ada terobosan (dari MK)," harap BW.

Karenanya, mengutip beleid pasal 28 g UUD 1945, BW yakin setiap orang wajib dibebaskan dari ketakutan, intimidasi dan lainnya. Agar, saksi dihadirkan mau bersidang di MK dengan diberi ruang untuk tidak melakukannya di bawah tekanan.

"Kan urat syaraf keberaniannya berbeda-beda, sesuai derajat potensi resiko yang harus dimitigasi oleh para saksi," tutup BW.

Diketahui, MK membatasi jumlah saksi dalam persidangan hasil sengketa Pemilu hanya sebanyak 15 orang, ditambah dua orang saksi sebagai ahli. Artinya MK hanya memberi ruang untuk 17 orang dan ini berlaku pada masing-masing pihak.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jawab Gugatan Kubu Prabowo, KPU Siapkan 300 Halaman
Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres 2019 Kembali Digelar MK Hari Ini
Denny Indrayana Pernah Daftar Seleksi Pengacara KPU Hadapi Sengketa Pemilu
Berkaca Sengketa Pilpres 2014, Alasan Tim Prabowo Minta Saksi Dilindungi
Sidang Sengketa Pemilu di MK Dilanjutkan Besok, KPU, TKN dan Bawaslu Bacakan Jawaban

(mdk/fik)