Lagi, Bendera Partai Golkar Berkibar Saat Kampanye Prabowo di Solo

POLITIK » MAKASSAR | 10 April 2019 12:49 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dijadwalkan menyapa masyarakat dalam kampanye terbuka di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/4). Sejumlah atribut partai koalisi Adil Makmur berkibar di lokasi acara.

Pantauan merdeka.com di lokasi, tampak bendera Partai Golkar ikut berkibar di lokasi kampanye terbuka Prabowo. Bendera tersebut dibawa seorang pria. Padahal, Partai Golkar mendukung paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sementara itu, pendukung pasangan Prabowo-Sandi yang hadir juga bersalawat dengan melantunkan lagu Islami Nissa Sabyan di Stadion Sriwedari. Selain bersalawat, lagu--lagu religi andalan Nissa Sabyan seperti 'Ya Maulana dan 'Ya Habibal Qolbi' membuat suasana semakin meriah. Pendukung dari Solo dan daerah sekitarnya larut bernyanyi dengan Nissa Sabyan.

Selain Nissa Sabyan, ribuan massa juga dihibur oleh Sang Alang dengan lagu '2019 Ganti Presiden' hingga membuat pendukung makin terbakar semangat. Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh pendukung Prabowo-Sandi yakni Ferry Juliantono, Neno Warisman, Titiek Soeharto dan diikuti relawan Adhayksa Dault.

Untuk diketahui, ini untuk kedua kalinya bendera Partai Golkar berkibar di kampanye Prabowo-Sandiaga. Sebelumnya, saat kampanye terbuka Prabowo di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (24/4), bendera partai Golkar berkibar di tengah-tengah barisan kibaran bendera partai pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.

Bendera kuning bergambar logo partai beringin itu juga terpampang gambar wajah Prabowo-Sandiaga. Bendera dikibarkan di depan tribun, podium tempat Prabowo nanti sampaikan orasi politik. Di sekitarnya bertebaran bendera dan umbul Partai Demokrat, Partai Berkarya dan Partai Gerindra dan PKS.

Partai Golkar telah melaporkan kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Makassar mengenai berkibarnya bendera partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu pada Kampanye terbuka pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga digelar di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu (24/3).

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta Bawaslu menindaklanjuti penggunaan simbol Partai Golkar tersebut. Sebab, dia menilai, tindakan itu jelas merupakan pelanggaran yang wajib ditindaklanjuti oleh Bawaslu.

"Kami menilai bahwa penggunaan simbol-simbol Partai Golkar dalam kampanye 02 merupakan bentuk pelanggaran pemilu. Partai kami telah secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf. Keputusan untuk mendukung Jokowi merupakan keputusan tertinggi Partai dalam forum Musyawarah Nasional Luar Biasa 2016 lalu," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (25/3).

Dia memastikan akan ikut mengusut siapa pemegang bendera partai Golkar dalam kampanye Prabowo-Sandi. "Kami akan usut pihak yang menggunakan atribut Partai Golkar, terutama pembawa bendera Partai Golkar, dalam kampanye rapat umum pasangan 02," tegasnya.

Ace memastikan, Partai Golkar konsisten mendukung pasangan petahana Jokowi- Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang. Sehingga jika ada kader partai yang berseberangan dan menggunakan atribut partai untuk mendukung Prabowo-Sandi akan dilaporkan ke Bawaslu.

"Kami konsisten mendukung pasangan Jokowi - Maruf. Bagi siapapun kader yang menyalahgunakan atribut partai untuk menarik dukungan kepada di luar pasangan yang telah resmi didukung Partai Golkar, kami telah laporkan ke Bawaslu," tutupnya.

Baca juga:
Targetkan 70 Persen, Jokowi Yakin Ada Kejutan Besar dari Jawa Timur
Jelang Kampanye Prabowo, Simpatisan Mulai Padati Stadion Sriwedari Solo
Sebut Jokowi Unggul, Soetrisno Bachir Tetap Sosialisasi ke Warga Muhammadiyah
Soal Dana Pensiun untuk Koruptor, Ini Tanggapan TKN
Hasto sebut Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf Menampilkan Jati Diri Bangsa

(mdk/noe)