Lihat hasil Pilgub Jabar, Gerindra tak takut Deddy Mizwar gabung Jokowi

POLITIK | 30 Agustus 2018 14:06 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tidak khawatir keberadaan Deddy Mizwar di tim kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa menarik suara yang signifikan di Jawa Barat. Fadli melihat, hasil Pilkada Jawa Barat 2018 lalu dimana pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi hanya menempati urutan ketiga di bawah pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

"Kami sih tidak khawatir karena di Jabar kemarin yang bersangkutan kan juga urutan ketiga. Yang kami usung malah urutan kedua. Dan sah-sah saja kok mau jadi juru bicara siapapun," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8).

Hasil Pilgub Jabar 2018 menyatakan, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul diusung PKB, PPP, NasDem dan Hanura sebagai juaranya. Di urutan kedua, ada Sudrajat-Syaikhu yang diusung koalisi Prabowo.

Sementara di tempat ketiga, ada Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi diusung Demokrat dan Golkar. Di posisi buncit, ada Tb Hasanuddin-Anton Charliyan yang didukung PDIP.

Namun, Fadli menganggap masuknya Deddy sebagai juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf sebagai hal biasa dalam kompetisi Pilpres 2019. Nantinya, rakyat yang akan memutuskan dukungan ke Jokowi atau Prabowo.

"Ya setiap ada kompetisi pasti mereka kan mau mengatur strategi taktik. Saya kira biasalah dalam sebuah kompetisi. Saya kira nanti juga rakyat yang akan menentukan," ujarnya.

Gerindra sendiri tidak mempermasalahkan salah satu pendiri Demokrat itu gabung ke koalisi Jokowi-Ma'ruf. Keputusan Deddy menyeberang ke koalisi Jokowi-Ma'ruf adalah hak pribadi.

"Enggak ada masalah. Emang apa masalahnya? Kan hak pribadi masing-masing," tandas Fadli.

Diketahui, sejumlah kader Demokrat telah menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf. Mereka adalah Deddy Mizwar, TGB Zainul Majdi, Lukas Enembe, Soekarwo.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengakui masuknya nama Deddy Mizwar seperti menambah kekuatan dalam barisan juru bicara Jokowi-Ma'ruf Amin. "Sebagai bagian dari penggalangan dan upaya meningkatkan efektivitas tim kampanye," kata Hasto. (mdk/ded)

Baca juga:
Bahas Timses, internal Gerindra rapat di rumah Prabowo malam ini
Agus Hermanto yakin kader bawah Demokrat ikuti perintah DPP dukung Prabowo-Sandi
Deddy Mizwar jadi jubir Jokowi, Sandiaga harap Pilpres 2019 lebih sejuk
Jokowi-Prabowo berpelukan, Fadli Zon ibaratkan Pilpres seperti pertandingan tinju
PKS diminta tak gunakan #2019GantiPresiden untuk tipu rakyat
Demokrat: Pelukan Jokowi - Prabowo tunjukkan keteduhan, harus dicontoh pendukungnya
PDIP nilai momen Jokowi & Prabowo pelukan sejuk, mempertontonkan persahabatan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.