Loyalis Amien Minta Mumtaz Rais Kembali Belajar agar jadi Politisi yang Matang

Loyalis Amien Minta Mumtaz Rais Kembali Belajar agar jadi Politisi yang Matang
Mumtaz Rais. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 1 September 2020 16:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Putra Amien Rais sekaligus Ketua DPP PAN, Mumtaz Rais meremehkan pembentukan partai baru ayahnya. Loyalis Amien Rais, Agung Mozin meminta Mumtaz kembali belajar politik sebelum mengejek partai Amien yang kemungkinan bernama PAN Reformasi.

"Tanggapan saya kepada Mumtaz hanya enteng-entengan saja ya, bahwa sebagai anak muda sebaiknya belajar dulu yang banyak sebagai kader partai untuk menjadi politisi yang matang, belum saatnya dia tampil atau hadir di kancah politik nasional seperti saat ini," kata Agung, Selasa (1/9).

Agung berujar, semakin banyak Mumtaz memberi komentar atas rencana pembentukan partai baru Amien, maka semakin terlihat ketidakmatangannya dalam dunia politik.

"Nasehat saya adalah santai saja dan ayo kita berkompetisi dalam adu gagasan untuk dinilai publik," ucapnya.

Eks politikus PAN itu juga merespons Mumtaz yang akan berenang dari pantai Kapuk hingga Labuan Bajo bila partai baru Amien mendapat SK Menkumham. Menurutnya, secara tidak langsung Mumtaz sudah merusak citra Menkumham dan Presiden Jokowi.

"Mengenai SK Menkumham, saya kira mumtaz sedang memfitnah menteri Laoly dan Presiden Jokowi bahwa pemerintah dengan sengaja mengadang rencana Kami dan Pak Amien Rais membentuk partai baru dan ini menurut saya ini sudah merusak citra pemerintah wabil khusus Pak Jokowi," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Putra Amien Rais, Mumtaz Rais menyoroti pembentukan partai baru ayahnya yang kemungkinan bernama PAN Reformasi. Menurutnya, partai tersebut tidak akan terwujud.

"PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh," kata Mumtaz, Selasa (1/9).

Menurut dia, tidak ada satu pun anggota DPRD/DPRD maupun kepala daerah dari PAN yang tertarik bergabung ke partai baru Amien. Sebab, dia bilang , partai tersebut diisi orang-orang berhalusinasi.

"Lihatlah, tidak ada satu pun Anggota Dewan kita dan Kepala Daerah kita yang mengarah ke sana. Kenapa? Karena mereka semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," ujarnya.

Mumtaz melanjutkan, bila PAN Reformasi benar terbentuk, makan dirinya akan berenang dari Pantai Kapuk sampai Labuan Bajo. Bahkan, jika PAN Reformasi sudah punya SK Menkumham, dirinya akan kembali berenang dari Labuan Bajo ke Pantai Kapuk.

"Kalau memang PAN Halusinasi (baca: PAN Reformasi) benar terbentuk dan diisi oleh seperempat saja dari anggota dewan kita yang berjumlah sekitar 1500-an, maka saya sebagai KETUA POK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini, akan berenang dari pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk give away, persembahan dari saya," ucapnya.

"Tidak cukup sampai di situ, jika sampai Menkumham kasih SK untuk PAN Halusinasi ini, maka saya akan beri give away lagi, berenang dari Labuan Bajo sampai Kapuk. Bolak-balik. Kita tunggu sampai Desember," pungkasnya.

(mdk/ded)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami