Loyalis Bamsoet Sebut Tiga Menteri Jokowi Tekan DPD Golkar untuk Pilih Airlangga

Loyalis Bamsoet Sebut Tiga Menteri Jokowi Tekan DPD Golkar untuk Pilih Airlangga
Rapat Pleno Partai Golkar. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo
NEWS | 27 November 2019 23:51 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Loyalis Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet), Syamsul Rizal menduga ada campur tangan menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam proses pemilihan Ketua Umum Golkar. Kata dia, ada menteri Jokowi yang sengaja menekan DPD Golkar untuk memilih Bakal Calon Ketua Umum Partai petahana Airlangga Hartarto.

"Jadi ada pembantu presiden, saya enggak mau sebut nama tapi ada tiga pembantu presiden yang telepon DPD-DPD dan ketua-ketua DPD I dan kepala-kepala daerah untuk pilih Airlangga," kata Syamsul di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (27/11).

Syamsul mengatakan tiga menteri ini tidak semuanya berasal dari kalangan partai politik. Tiga menteri itu adalah berasal dari Partai Golkar, akademisi satu lagi berasal dari partai lain.

Terkait menteri partai lain, Syamsul menduga Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno yang terlibat untuk menekan para kepala daerah kemudian kepala daerah menekan DPD Golkar.

"Tapi yang muncul sangat santer itu adalah Pak Pratikno. Mensesneg," ungkapnya.

Kendati demikian, Syamsul menegaskan Presiden Jokowi tidak mengetahui ada menterinya melakukan hal itu. Para menteri itu, lanjutnya, hanya ingin mendapatkan pengakuan memiliki legitimasi di dunia politik dari Jokowi.

"Tiga menteri ini engga punya jabatan politik di parpol, hanya mau cari legitimasi politik ke presiden. Biar presiden itu percaya mereka punya kekuatan politik padahal sebenarnya enggak. Hanya banyak bacot doang," ucapnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Golkar Dorong Revisi UU Sisdiknas Masuk Prolegnas 2019-2024
Jelang Munas, Golkar Tampung Aspirasi Tenaga Pengajar
MS Hidayat Sebut Ada Potensi Perpecahan jika Pemilihan Ketum Golkar Tabrak AD/ART
Sowan ke PBNU, Bamsoet Klaim Didoakan Jadi Ketum Golkar
Loyalis Bamsoet: Ini Munas Terburuk Sepanjang Sejarah Golkar
Golkar Dinilai Kehilangan Peran Sebagai Parpol Jika Airlangga Kembali Jadi Ketum

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami