M Qodari: Ketum Golkar Harus Rendah Hati dan Mudah Dihubungi

POLITIK | 21 September 2019 03:30 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Pengamat Politik dari Indo Barometer, M Qodari menilai, suara Golkar cenderung menurun dari pemilu ke pemilu. Hal ini dikarenakan beberapa hal, salah satunya adalah elite Golkar yang terkena kasus korupsi sehingga menurunkan kepercayaan publik.

Selain itu, katanya, di internal Golkar juga terdapat konflik sehingga dinilai menghambat konsolidasi ke bawah.

"Ketika konflik itu enggak sempat konsolidasi, enggak sempat untuk turun ke pemilih. Sibuk ribut dengan sesama mereka sendiri, jadi energinya habis. Yang kedua, kasus-kasus konflik segala macam menurunkan trust dari masyarakat," ujarnya dalam diskusi 'Merawat Golkar Sebagai Rumah Besar Kebangsaan (Indonesia)' di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (20/9).

Selain korupsi dan internal, Qodari pun menilai kalau Golkar belum memiliki tokoh besar seperti Joko Widodo (Jokowi) maupun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Di mana contoh itu menurut Qodari, memiliki kepopuleran di hati masyarakat.

"Pertanyaannya kenapa Partai Golkar terus menurun selama beberapa tahun terakhir. Pertama karena tidak ada tokoh yang populer. Karena identifikasi terhadap partai sangat lemah, identifikasi yang kuat itu pada figur. Itu sebabnya kenapa kemudian Partai Demokrat menang Pemilu 2009 karena SBY, tahun 2014-2019 ada Jokowi makanya PDIP menang," bebernya.

"Kalau ada tokoh Golkar yang populer dan sangat menonjol itu rapatnya nggak sampai 5 menit udah ketuk palu, kecuali ada dua orang yang elektabilitasnya sangat kuat, tapi intinya ada sebuah mekanisme yang berjalan," sambungnya.

Oleh karena itu, Golkar seharusnya khususnya ketua umum lebih giat berkomunikasi dengan kader-kader di daerah. Dengan begitu, lebih mudah melakukan konsolidasi baik di pusat maupun daerah.

"Ketum Golkar itu harus tekun, harus rajin merawat Partai Golkar. Harus punya waktu yang banyak buat Partai Golkar, harus punya kerendahan hati untuk mau berkomunikasi dengan tokoh Partai Golkar baik pusat dan daerah. Singkatnya ketum Golkar itu harus orang yang mudah dihubungi dan mudah menghubungi, sehingga dia bisa melakukan koordinasi, bisa memainkan peran sebagai konduktor," pungkasnya.

Baca juga:
Roem Kono: Tujuan MKGR 'Perjuangan' Lemahkan Dukungan Airlangga di Munas
Ada Kericuhan Acara Mubes, MKGR dan Hotel Sultan Buat Laporan Polisi
Kubu Roem Kono: MKGR 'Perjuangan' Organisasi Ilegal
Jangan Sampai Persaingan Airlangga dan Bamsoet Munculkan Partai Baru
Agung Laksono Minta Sekjen PDIP Tak Ikut Obok-Obok Partai Golkar
Persaingan Caketum Golkar Airlangga dengan Bamsoet Jangan Didramatisir
Ormas MKGR Laporkan Ketua Panitia Mubes MKGR 'Perjuangan' ke Polisi

(mdk/rnd)