Hot Issue

Magnet Kepemimpinan Gibran di Solo

Magnet Kepemimpinan Gibran di Solo
Petinggi Gerindra Sambangi Gibran di Loji Gandrung. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo
POLITIK | 8 April 2021 09:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kepemimpinan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka seolah menjadi magnet bagi sejumlah petinggi negeri. Sejak Gibran dilantik pimpin Solo pada Jumat (26/2), tercatat sudah banyak para pejabat dan politisi yang ‘sowan’ ke Solo.

Bukan cuma para menteri, kepemimpinan Gibran menjadi seperti magnet politik. Belum 30 hari menjabat, bahkan petinggi parpol bertamu ke rumah dinas Loji Gandrung dan mendukung penuh kepemimpinan Gibran di Solo.

Merdeka.com mencatat, para petinggi negeri yang mulai menyambangi Gibran diawali Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang bertolak ke Solo pada Minggu (28/2). Dua hari setelah Gibran dilantik, Menhub Budi meninjau revitalisasi terminal tipe A Tirtonadi dan mengecek pembangunan rel layang di Simpang 7 Joglo.

Gibran pun meminta Menhub mempercepat pembangunan realisasi pembangunan rel itu. Permintaan itu disampaikan Gibran saat menemani Menhub meninjau lokasi rel.

Berikutnya, Gibran bertemu dengan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wisnutama Kusubandrio di Studi Lokananta pada Kamis (4/3). Di studio rekaman pertama Indonesia itu, mereka membicarakan masa depan Lokananta.

Gibran berdiskusi dengan Wisnutama terkait potensi Lokananta. Menurutnya, Lokananta bisa menjadi ruang publik untuk anak-anak muda Solo yang kreatif.

Sehari setelahnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terlihat mendatangi Balai Kota, Solo pada Jumat (5/3). Yaqut bertemu dengan Gibran di ruang rapat Natapraja.

Mereka berdua melakukan koordinasi teknis persiapan groundbreaking pembangunan The Surakarta Grand Mosque atau Masjid Agung Sheikh Zayed.

Esok harinya, Menteri BUMN Erick Thohir ikut menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo itu. Erick mengunggah fotonya bersama Gibran di akun Twitternya pada Sabtu (6/3).

Di situ, terlihat juga Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab H.E Suhail Mohammed Al Mazrourei serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Gibran lalu bertemu dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada Rabu (10/3). Pada kesempatan itu, keduanya membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tahap I di BLK Surakarta.

cak imin dan gibran
©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Mereka juga meresmikan kejuruan baru di BLK, yaitu pelatihan barista jamu. Menurut Ida, pola konsumsi jamu meningkat saat pandemi Covid-19.

Pekan depannya, Gibran bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. Keduanya meninjau pembangunan GOR Indoor Manahan Solo pada Sabtu (20/3). Amali memberikan apresiasi rencana pembangunan GOR berstandar internasional itu.

Keesokannya, Gibran hadir dalam pembukaan turnamen Piala Menpora 2021 pada Minggu (21/3). Ia terlihat bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan.

Empat hari kemudian, Kapolri Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan Gibran pada Kamis (25/3). Sigit menemani Gibran meninjau Vaksinasi massal di Pendapi Gede Balai Kota Solo.

Mereka juga sempat meninjau pelaksanaan protokol kesehatan pada kompetisi sepak bola pramusim Piala Menpora 2021. Momen Kapolri Sigit ke Solo menjadi nostalgia ketika dirinya pernah menjadi Kapolresta Solo 2011-2012 saat Jokowi menjabat Wali Kota Solo.

Terakhir, ada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berkunjung ke Solo pada Sabtu (27/3). Kunjungan Basuki merupakan perintah Presiden Jokowi untuk melakukan revitalisasi Taman Balekambang agar menjadi pusat kebudayaan.

Pertemuan keduanya sempat menjadi gunjingan publik. Saat mereka berbincang, posisi duduk Gibran lebih tinggi dari Basuki. Gibran terlihat duduk di atas meja, sementara Basuki di atas bangku kayu panjang yang posisinya lebih rendah.

posisi duduk gibran di depan menteri pupr disorot sardono w kusuma beri penjelasan
©2021 Merdeka.com

Selain para menteri, Gibran dikunjungi sejumlah elite partai politik ke Solo. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyambangi Gibran di rumah dinas Loji Gandrung, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Penumping Rabu (24/3).

Cak Imin mengaku memberikan dukungan kepada Gibran agar sukses dalam memimpin Kota Solo. Saat ditanyakan kemungkinan Gibran maju di Pilkada DKI Jakarta, Cak Imin pun menilainya sebagai hal positif. Namun, ia meminta Gibran membuktikan diri untuk mampu menyukseskan Kota Solo.

Berikutnya, ada Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah yang menemui Gibran. pada Sabtu (27/3). Keduanya tukar pikiran soal pengelolaan Kota Solo.

Bekas politisi PKS itu juga mengapresiasi Gibran karena mampu mewakili generasi muda memimpin sebuah daerah. Dia meminta Gibran untuk menikmati seluruh proses yang ada sehingga bisa mematangkannya sebagai seorang politisi.

Esok harinya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani turut menyambangi Gibran di rumah dinas Loji Gandrung, pada Minggu (28/3). Muzani menyebut, partainya berkomitmen memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan Gibran sebagai Wali Kota Solo.

Saat disinggung terkait dukungan Gerindra jika Gibran akan maju dalam Pilkada DKI Jakarta, Muzani tak secara tegas mengiyakan. Menurutnya, yang lebih penting Gibran harus membuktikan dulu keberhasilannya memimpin Kota Solo.

ahok temui gibran di solo bahas kepemimpinan hingga ruang terbuka hijau
©2021 Merdeka.com

Terbaru, Gibran dikunjungi Komisaris PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada di rumah dinas Loji Gandrung pada Rabu (7/4) malam. Keduanya terlibat pembicaraan tertutup di ruang rapat Loji Gandrung selama sekitar 1 jam.

"Saya lagi mau kunjungan kerja ke Cepu. Karena pagi-pagi jalan, penerbangannya terbatas, nginep di Solo," ujar Ahok seusai pertemuan.

"Pas nginep, kontak Pak Wali Kota, ada waktu nggak, lalu mampir," sambung Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ahok mengaku terakhir ke Loji Gandrung pada 9 Februari 2012. Saat itu dia bertemu Joko Widodo alias Jokowi, yang masih menjabat Wali Kota Solo.

"Jadi ini kedua kali mampir ketemu anaknya," kelakar Ahok.

Selama satu jam bertemu, Ahok mengaku tidak membicarakan sesuatu yang penting. "Ngobrol biasalah, kan sudah lama nggak bisnis. Ini ngobrolnya berhenti-berhenti, makanannya banyak," katanya.

Gibran menambahkan, selama bersama Ahok, dirinya mendapatkan masukan terkait ruang terbuka hijau di Solo yang perlu penambahan.

"Tadi banyak bicara masalah leadership. Beliau kan termasuk orang yang saya idolakan. Orangnya tegas, dan apa-apa thas thes," pungkas dia. (mdk/rnd)

Baca juga:
Deretan Tokoh-tokoh Penting Sambangi Gibran Putra Jokowi di Solo
Ahok Temui Gibran di Solo, Bahas Kepemimpinan hingga Ruang Terbuka Hijau
Gibran ke Pelaku Wisata: Mohon Bersabar Sekali Lagi
Tak Ingin Pembelajaran Tatap Muka Gagal, Pemkot Solo Larang Mudik Lebaran
Pemkot Solo akan Bantu Lanjutkan Pembangunan Masjid Raya Sriwedari
PN Solo Tolak Praperadilan Terkait Penangkapan Pemuda Diduga Hina Gibran

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami