Mahfud MD Bahas Pertentangan Demokrasi: Kasus Habib Rizieq Saling Tuding Tak Karuan

Mahfud MD Bahas Pertentangan Demokrasi: Kasus Habib Rizieq Saling Tuding Tak Karuan
Menko Polhukam Mahfud MD. ©2021 Merdeka.com/Humas Kemenko Polhukam
POLITIK | 27 Maret 2021 20:28 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan banyak negara gagal menghadapi pertentangan integrasi demokrasi. Banyak negara tidak bisa menjaga keutuhan integrasi lantaran terlalu percaya atau dipukul pikiran demokratis yang tidak terkendali oleh rakyatnya.

Hal itu ia ungkapkan dalam diskusi virtual bertema Justice and Democracy yang digelar MMD Initiative, Sabtu (27/3).

"Nah banyak negara-negara yang gagal menghadapi pertentangan integrasi demokrasi dan integrasi ini misalnya, kita, di mana negara yang gagal, yang kemudian negaranya betah, tidak bisa menjaga keutuhan integrasi karena terlalu percaya atau dipukul pikiran demokratis yang nggak terkendali oleh seluruh rakyatnya," katanya.

Ia menyinggung sejumlah kasus yang menyeret mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab. Banyak saling tuding tidak karuan.

"Sekarang ada kasus Habib Rizieq, sudah sekarang saling tuding enggak karu-karuan. Ada kasus UU ITE, katanya itu sangat diperlukan tapi yang lain katanya sangat mengekang dan sebagainya," jelas Mahfud.

"Nah begini-begini, jalan tengah yang bisa diterima oleh semuanya, itu yang sebenarnya akan menentukannya seberapa jauh daya tahan demokrasi dan sekuat apa dalam postur seperti apa demokrasi yang bisa kita pertahankan untuk NKRI," sambungnya.

Selain itu, Mahfud juga mengambil contoh kasus pecahnya Pakistan dan India.

"Misalnya pecahnya Pakistan dari India dan pecahnya Bangladesh dari Pakistan. Sekarang sedang lagi menuju perpecahan Kasmer. Itu kan atas nama demokrasi semua," tuturnya.

"Saya demokrasi, enggak nomor 1 dengan ada, pecah. Saya enggak mau bersatu dengan Pakistan, saya mau demokrasi menentukan nasib sendiri, pecah. Itu banyak," sambung Mahfud.

India, lanjutnya, ke Pakistan ke Bangladesh ke Kasmer juga kurang berhasil menjaga demokrasinya. "Sementara Korea Utara dan Myanmar membunuh demokrasinya. Kita mencari jalan tengah agar demokrasi hidup tapi integrasi terjaga," tuturnya.

Apakah bisa demikian? Mahfud menjawab bisa. Ia mengambil contoh demokrasi yang terjadi di Jepang dan Amerika Serikat.

"Jepang bisa, Amerika bisa menjaga itu," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Mahfud Tegaskan Dunia Sedang Hadapi Ancaman Transaksi Finansial Teroris
Bertemu Mendagri dan Menlu Australia, Mahfud Singgung Soal Papua
Bertemu Mendagri Australia, Mahfud Singgung Masalah Terorisme
Menko Polhukam: Pemerintah akan Bahas Usulan Evaluasi Pilkada Langsung
Mahfud MD: Jaga Imunitas Jasmani & Rohani Selama Ramadan Saat Pandemi Covid-19
Luhut Jawab Disinggung jadi Konglomerat: Pensiun Gak Minta Komisaris dengan Pak Ical
5 Potret Rumah Dinas Menko Polhukam Mahfud MD, Lukisan di Dinding jadi Sorotan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami