Mahfud MD Sebut Kesaksian Keponakannya di Sidang MK Masih Mentah

POLITIK | 20 Juni 2019 15:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, kesaksian yang disampaikan keponakannya Khairul Anas Suadi dalam sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 masih mentah dan tak ada kaitannya dengan kecurangan. Khairul Anas dihadirkan sebagai saksi oleh tim hukum Prabowo-Sandiaga.

"Kesaksian yang disampaikan itu ya semuanya mentah, tidak ada kaitannya dengan kecurangan dan bukan kecurangan," kata Mahfud di Kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Jakarta, Kamis (20/6).

Mahfud lalu menjelaskan kesaksian keponakannya yang dinilai masih mentah. Pertama, pernyataan Khairul yang menyebut Kepala Staf Kepresidenan sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko pernah menyampaikan bahwa kecurangan bagian dari demokrasi.

Menurut dia, pernyataan tersebut tak ada yang salah, sebab Moeldoko tak mengajak untuk berbuat curang. Selain itu, Mahfud menyebut bahwa bukan hanya Moeldoko yang pernah menyampaikan kecurangan biasa terjadi dalam demokrasi.

"Semua orang kan bilang begitu. Tidak hanya Moeldoko. Tetapi Moeldoko kan tidak menyuruh orang curang. Hanya bilang bahwa di demokrasi itu biasa terjadi kecurangan, tapi tidak mengajak curang kan," jelasnya.

Kemudian, pernyataan Khairul soal TKN Jokowi-Ma'ruf menyerukan golput dalam Pilpres 2019 agar pasangan nomor 01 menang dinilai Mahfud keliru. Mahfud menuturkan bahwa Jokowi dan tim kampanyenya justru meminta agar masyarakat menggunakan hak pilih dalam Pilpres.

"Masak mau nyuruh golput. Oleh sebab itu, TKN lalu bicara jangan golput. Itu saya kira keliru," ucap dia.

Kesaksian Khairul lainnya yang dinilai mentah oleh Mahfud yaitu soal aparatur negara yang tak netral karena menyampaikan program pemerintah. Mahfud menuturkan bahwa sudah menjadi tugas aparatur untuk menyampaikan hasil kerja pemerintah.

"Itu sudah biasa saja. Tapi kan tidak curang. Artinya dari kesaksian yang disampaikan itu ya semuanya mentah, tidak ada kaitannya dengan kecurangan. Dan bukan kecurangan," tutur dia.

Mahfud menilai secara keseluruhan kesaksian yang disampaikan Khairul kualitatif atau berdasarkan persepsi. Kendati begitu, dia tetap mengapresiasi keponakannya yang berani berbicara di depan publik.

"Tapi bagus, saya dorong dia biar maju. Kalau memang berpolitik biarkan," ujar Mahfud.

Diketahui, Anas menjadi salah satu saksi yang dihadirkan tim hukum BPN Prabowo-Sandiaga untuk memberi kesaksian terkait materi kecurangan bagian dari demokrasi.

Dalam kesaksiannya, ia menceritakan pengalamannya saat mengikuti pelatihan saksi dari tim Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya soal pernyataan Moeldoko yang menyebut Kecurangan bagian dari demokrasi.

Namun terkait tuduhan ini, Moeldoko telah membantah. Dia mengatakan, justru meminta agar para saksi ini waspada akan terjadinya kecurangan.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hakim Konstitusi Berikan Penjelasan Kepada Tim Kuasa Hukum 02
Hakim MK Tanya Kemungkinan Situng KPU Disusupi
Saksi Ahli KPU: Hasil Situng Tak Untungkan Salah Satu Capres
Moeldoko Jelaskan Tuduhan 'Kecurangan Bagian Demokrasi'
Caleg PBB Jadi Saksi Prabowo, Yusril Bilang 'Dia Cuma Numpang Nyaleg'
Saksi Ahli KPU Ungkap Sistem Keamanan Situng di Sidang MK
Pakar IT Marsudi Wahyu Bersaksi di Sidang Sengketa Pilpres 2019

(mdk/rnd)