Makna di Balik Dua Pelukan Surya Paloh dengan Jokowi dan Sohibul Iman

POLITIK | 12 November 2019 13:10 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Momen pelukan erat Ketum NasDem Surya Paloh dan Presiden Jokowi saat Penutupan Kongres dan Puncak perayaan HUT ke-8 Partai NasDem meninggalkan kesan mendalam bagi hubungan keduanya. Momen ini menjadi momen bersejarah karena beberapa waktu yang lalu Presiden Jokowi pernah menyindir rangkulan Surya Paloh ke Presiden PKS Sohibul Iman.

Presiden Jokowi mengaku rangkulan dan pelukan Surya Paloh ke Sohibul Iman hanya masalah kecemburuan. Sebab ia mengaku selama ini tak pernah dirangkul erat seperti dilakukan Surya Paloh kepada Sohibul Iman.

Apa makna dari pelukan Jokowi dan Surya Paloh? Berikut ulasannya.

1 dari 4 halaman

Masalah Kecemburuan

Saat berbicara dalam Penutupan Kongres dan Puncak perayaan HUT ke-8 Partai NasDem, Presiden Jokowi kembali menyampaikan soal pelukan Paloh ke Sohibul Iman. Jokowi mengatakan jika itu hanya masalah kecemburuan saja.

"Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul itu hanya masalah kecemburuan. Masalah kecemburuan karena memang saya tidak pernah dirangkul seerat itu," tutur Jokowi di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

"Tetapi sehabis saya menyampaikan sambutan saya akan peluk erat Bang Surya, lebih erat dari beliau memeluk Pak Sohibul Iman," tambahnya disambut tawa dan tepuk tangan.

Benar saja, ketika turun podium menuju tempat duduknya, Jokowi disambut Paloh. Kedua tokoh itu berpelukan erat sambil tertawa. Mereka lalu duduk bersebelahan.

2 dari 4 halaman

Bentuk Persahabatan

Presiden Jokowi mengatakan, soal rangkulan Surya Paloh dan Sohibul Iman tak perlu ditanggapi serius. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan yang dilakukan Surya Paloh kepada Sohibul Iman tak ada yang keliru selama bertujuan merawat kebhinekaan.

"Dan biasa candaan seorang sahabat yang sudah dekat seperti itu. Biasa kalau saya ngomong biasa jangan ditanggapi ke sana ke sini. Ada yang curiga. Ada sinisme, ada yang enggak percaya, apa yang salah. Apalagi tadi sudah disampaikan juga oleh Bang Surya betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati," kata Jokowi.

3 dari 4 halaman

Salah Besar Kalau Koalisi Ini Sudah Tidak Rukun

Dalam beberapa pekan belakangan, soliditas koalisi Jokowi disorot banyak pihak. Sejumlah pihak menilai koalisi Jokowi mulai goyah lantaran sejumlah peristiwa politik.

Sebut saja, momen ketika Megawati mengabaikan jabatan tangan Surya Paloh saat upacara pengambilan sumpah jabatan anggota DPR 2019-2024, 1 Oktober lalu. Kemudian terbaru, manuver Paloh menemui tokoh oposisi Presiden PKS Sohibul Iman 30 Oktober 2019. Hingga isu ada partai koalisi tak puas dengan jatah menteri dari Jokowi.

Presiden Jokowi membantah internal koalisi partai pendukungnya tidak rukun. Dia menyatakan koalisinya tetap solid dan tak retak.

"Jadi salah besar kalau ada yang menyampaikan koalisi ini sudah tidak rukun, keliru gede sekali. Kita rukun-rukun saja," kata Jokowi di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11).

4 dari 4 halaman

Pertemuan dengan PKS Membicarakan Pendidikan Politik

Sementara itu pertemuan PKS dengan Partai NasDem yang berlangsung santai dan penuh persahabatan pada 30 Oktober 2019 lalu menimbulkan banyak spekulasi terlebih terkait membangun koalisi untuk Pemilu 2024.

Surya Paloh mengatakan, pertemuan dengan PKS belum membahas membangun koalisi. Karena, antara Partai NasDem dan PKS hanya ingin membangun pendidikan politik di Indonesia.

"Belum, belum ada (ingin buat koalisi), itu belum, kita bahas proses pendidikan politik dulu," katanya di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).

Dia menegaskan, pertemuan kedua partai politik tersebut hanya membahas sebuah agenda besar untuk Indonesia. Lalu, untuk membuat koalisi bersama PKS masih jauh untuk dibicarakan.

"Kita bicara bagaimana agenda besar untuk bersama memajukan negeri ini," tegasnya. (mdk/dan)

Baca juga:
Gelar Konvensi Capres 2024, Partai NasDem Cari Putra Putri Terbaik Bangsa
HUT NasDem Ingin Tegaskan Persatuan dalam Keberagaman Indonesia
Manuver Surya Paloh Bertemu PKS Dinilai Tak Membantu Pemerintahan Jokowi
Jokowi Sebut Sindiran ke Surya Paloh Peluk Sohibul Hanya Candaan
Pelukan Jokowi dan Surya Paloh Warnai HUT ke-8 Partai NasDem