Ma'ruf Amin: Islam dan Kebangsaan Tak Bisa Dipertentangkan

POLITIK | 28 November 2018 17:14 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan Islam dan kebangsaan tidak ada pertentangan di Indonesia saat ini. Menurutnya, persoalan keduanya itu sudah diselesaikan oleh para pendiri bangsa sejak negara ini didirikan.

"Para ulama kita di Indonesia sudah dapat menyelesaikan, mengkompromikan antara Islam dan kebangsaan. Sehingga Islam dan kebangsaan tidak ada lagi pertentangan, tidak ada lagi konfrontatif," kata Ma'ruf lewat rekaman suara dalam diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Ketua MUI ini menganggap jika ada yang masih mempertentangkan, artinya orang tersebut mispersepsi.

"Apabila masih ada yang persoalkan bisa mispersepi ke-Islamannya. Sehingga tidak bisa memahami kebangsaan. Atau mispersepi tentang kebanggasaanya sehingga tidak bisa memahami tentang kedua hubungan keduanya," jelasnya.

Ma'ruf menyebut NKRI dan Pancasila adalah kesepakatan dan titik temu. Antara Islam dan nasionalis. Hal itu perlu dijaga seterusnya.

Karena itu, lanjutnya, paham keagamaan yang radikal menjadi tantangan saat ini. Kelompok Islam tersebut tidak mengenal namanya kesepakatan. Berbeda dengan Arab Saudi yang tidak mengenal kesepakatan karena bukan negara majemuk.

"Kita di sini sudah ada kesepakatan dan itu mengikat," tandas Ma'ruf.

Baca juga:
6 Wilayah Ini Kubu Jokowi Targetkan Menang Besar
Ma'ruf Amin Bantah Prabowo: Enggak Ada Ancaman ke Elit
Ma'ruf Amin: Jika Jokowi Menang Akan Kami Wariskan Negara yang Maju Ini
Di Festival Remaja, Ma'ruf Amin Setuju Kampanye Harus Ceria, Cerdas & Tanpa Hoaks
Ada Jokowi, Ma'ruf Amin Optimis Gaet Suara Milenial

(mdk/ray)