Ma'ruf Amin Tetap Jaga Tradisi Lama Meski Masuk Era Revolusi Industri 4.0

POLITIK | 28 November 2018 20:06 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin berbicara pemikiran ekonominya dalam menjawab tantangan Industri 4.0. Ma'ruf menilai dalam era ini berciri mengubah, mendistruptif yang lama. Namun, dalam pandangan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu harus tetap menjaga tradisi lama.

"Oleh karena itu bagaimana memanfaatkan teknologi yang maju, dan bagaimana menjaga yang lama yang baik ini yang harus kita siapkan," kata Ma'ruf melalui rekaman suara dalam diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11).

Ma'ruf menerapkan pandangan itu berdasarkan paradigma yang sudah ada di Nahdlatul Ulama.

"Menjaga lama yang baik, tradisi dan juga paradigma dan mengambil yang baru yang lebih baik, itu melakukan transformasi," kata Ma'ruf.

"Dua hal inilah yang selama dipegang di kalangan NU tradisi yang baik, memberi landasan pada kita yang kita jaga, tetapi kita juga melakukan transformasi terhadap hal yang lebih baik," jelasnya.

Ma'ruf mengatakan, hal itu masih belum cukup. Paradigma dia tambahkan untuk melakukan perbaikan ke arah lebih baik.

"Tapi karena yang lebih baik tidak permanen tidak statis hari ini terbaik besok tidak, lusa terbaik berikutnya tidak, karena itu perubahan perbaikan itu atau melakukan perubahan yang lebih baik itu harus dilakukan secara berkelanjutan, secara sustainable, melakukan continuous improvement yaitu perbaikan yang terus menerus sehingga kita melakukan upaya perbaikan tiada hentinya," jelasnya.

Menurutnya, paradigma ini bakal melengkapi Indonesia agar menjadi bangsa yang maju. Hal yang ditekankan adalah melakukan inovasi.

"Yakni melakukan transformasi dan melakukan perbaikan-perbaikan yang kita olah sendiri menuju yang lebih baik yaitu melakukan inovasi-inovasi," pungkasnya.

Baca juga:
Fadli Zon Yakin Elektabilitas Jokowi Turun Jika Ahok Gabung PDIP
Batal Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Prabowo Penuhi Undangan Amien Rais
Jokowi Waspadai Survei, Sandiaga Bilang Demokrasi RI dan Amerika Berbeda
Demokrat Harap Percepatan Pembangunan Infrastruktur Bukan Demi Kepentingan Politik
Sandiaga Tanggapi Santai Aksi Jokowi Kebut Infrastruktur Demi Pilpres
Fadli Zon Sebut Pembangunan Infrastruktur Bukan Prestasi, Jokowi Pencitraan
Sandiaga Soal PMP Akan dihidupkan Lagi: Sangat Setuju Banget

(mdk/rnd)