Mega Beri Sinyal ke Gibran, Purnomo Tetap Optimistis Dapat Rekomendasi PDIP

POLITIK | 13 Januari 2020 11:15 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Rekomendasi DPP PDI Perjuangan terkait Pilkada Kabupaten/Kota serentak 2020 ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Menanggapi keputusan DPP yang sedianya dibacakan saat Rakernas PDI Perjuangan kemarin, bakal calon Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo tetap tenang.

Wakil Wali Kota Solo itu mengaku tak ada pembicaraan khusus dengan DPP terkait rekomendasi. Ia hanya bisa pasrah menunggu keputusan DPP. Namun ia tetap berharap dan optimistis jika rekomendasi akan jatuh padanya dan pasangannya, Teguh Prakosa.

"Belum ada pembicaraan terkait Pilkada. Kalau rekomendasi itu keputusan wewenang dari DPP, ya nggak bisa berbuat apa-apa. Meskipun demikian kita yang diberikan tugas oleh partai ya tetap harus optimis, harus tetap percaya diri. Semoga dengan surat tugas yang akan diberikan DPP PDI Perjuangan jatuh atau diberikan pada saya dan pak Teguh," ujar Purnomo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/1).

Purnomo mengatakan, dirinya tetap optimis mendapatkan rekomendasi, karena dirinya dan Teguh Prakosa merupakan kader yang diajukan partai melalui penjaringan dari tingkat yang paling bawah. Yakni dari anak ranting, ranting, anak cabang hingga Dewan Pimpinan Cabang partai. Mereka telah secara bulat memerintahkan dirinya dan Teguh untuk maju dalam Pilkada Kota Solo 2020.

"Saya harus percaya, mudah-mudahan dengan kondisi seperti ini, menjadi pertimbangan DPP untuk memberikan rekomendasi saya dan pak Teguh," pungkas dia.

Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa yang menjadi bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo dari PDI Perjuangan, menghadiri Rakernas I dan HUT ke-47 partai di Jakarta. Namun tak ada pertemuan khusus dengan DPP yang membicarakan soal turunnya rekomendasi.

1 dari 2 halaman

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan memberi sinyal positif bagi putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka untuk maju menjadi bakal calon Walikota Solo. Sinyal positif itu berkaitan dengan keterbukaan partai terhadap anak muda Indonesia untuk membangun bangsa bersama PDIP.

"Ya tentu saja mas Gibran juga punya kepedulian yang begitu besar, dan tentu saja partai membuka ruang itu," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto di sela Rakernas PDIP, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/1).

Hasto mengklaim, banyak pemimpin muda kader PDIP yang berhasil. Karena itu, PDIP tak ragu membuka kesempatan bagi Gibran untuk maju di Pilkada Solo.

"Banyak pemimpin muda dari PDIP yang berhasil," ujarnya.

Disinggung soal peluang petahana Achmad Purnomo yang sama-sama ingin maju dengan kendaraan PDIP, Hasto menuturkan bahwa peluang itu masih dibahas. Segala keputusan mengenai calon yang diusung PDIP adalah wewenang Megawati. Termasuk kemungkinan memasangkan Gibran dengan Achmad Purnomo.

"(Nanti akan dipasangkan?) Itu adalah kewenangan ibu Megawati Soekarnoputri akan disampaikan pada momentum yang tepat," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengklaim partainya memiliki pasangan calon (Paslon) kepala daerah untuk 44 daerah yang akan menggelar Pilkada serentak 2020. Djarot meyakini PDIP akan menang di 44 daerah tersebut.

"44 daerah inilah yang sebenarnya sudah sangat kuat dan kami pasti menang," kata Djarot ditemui di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/1).

Khusus Pilkada Solo dan Medan, Djarot mengaku PDIP belum menetapkan pasangan calon. Sebab, dinamika politik masih terjadi di internal PDIP Solo dan Medan.

PDIP memiliki basis massa besar di Solo, bahkan memiliki kursi besar di DPRD Solo. Kondisi politik ini membuat PDIP bisa mengusung paslon secara mandiri tanpa berkoalisi dengan partai lain. Namun persoalannya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum PDIP memutuskan nama paslon untuk Pilkada Solo.

"Nah, itu, makanya dinamika masih berjalan di sana, ya," katanya.

Mantan gubernur DKI Jakarta ini enggan merinci daerah mana dan nama pasangan calon kepala daerah yang sudah bisa dipastikan bakal maju dalam pertarungan Pilkada serentak tahun depan. Dia hanya menyebut beberapa daerah saja. Yakni Boyolali, Blitar, dan Semarang.

"Kapan itu diumumkan? Nanti menunggu momentum yang tepat," tutupnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Megawati Kirim Sinyal Positif Peluang Gibran di Pilkada Solo
PDIP Sudah Kantongi 44 Nama Paslon Pilkada 2020, Solo dan Medan Belum
FX Rudy Absen di Rakernas, Wasekjen PDIP bilang 'Kita Enggak Urus Orang per Orang'
Gelar Kompetisi Game e-Sport Berhadiah Uang, Gibran Ogah Dibilang Kampanye
FX Rudy Tidak Hadir di Rakernas PDIP, karena Pilkada Solo?
Gibran Santai Tanggapi PDIP Tak Jadi Umumkan 44 Rekomendasi Calon Kepala Daerah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.