Megawati Sebut Prabowo Bersedia Datang Diundang ke Kongres PDIP

Megawati Sebut Prabowo Bersedia Datang Diundang ke Kongres PDIP
POLITIK » MALANG | 24 Juli 2019 15:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengundang Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghadiri Kongres V PDIP pada 8-11 Agustus 2019 di Bali. Menurut Megawati, Prabowo bersedia menghadiri undangan tersebut.

"Saya tadi juga tanya Pak Prabowo supaya tak menjadi hal digoreng-goreng. Mas mau diundang enggak sama saya, lalu kemana mbak? ke kongres, ya mau dong, kalau mau saya undang kalau ndak mau ya ndak papa," kata Megawati usai bertemu Prabowo di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/7).

Megawati pun mengajak semua pihak santai menghadapi politik di tanah air. "Rileks sajalah. Di negeri cinta ini," kata Megawati.

Diketahui, Kongres PDIP dilaksanakan tahun 2020, akan tetapi dilakukan percepatan. Kongres V PDI Perjuangan dijadwalkan dilaksanakan di Bali, 8-11 Agustus 2019.

Kongres V PDIP di Bali, 8-11 Agustus 2019 mendatang dipastikan tanpa proses pemungutan suara atau voting untuk penentuan Ketua Umum. Kongres dijadwalkan akan mengukuhkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum.

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan kongres akan membahas banyak isu yang berkembang, baik nasional maupun internasional. Namun tidak untuk agenda pemilihan Ketua Umum.

"Ketua Umum tidak (pemilihan). Kita dalam PDIP Perjuangan mendasarkan diri pada musyawarah mufakat, tidak ada voting," kata Djarot Saiful Hidayat di sela Musyawarah Nasional (Munas) IX Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Malang di Universitas Brawijaya, Sabtu (6/7).

Dikatakan Djarot, daerah-daerah sebagian besar masih menginginkan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri untuk kembali menahkodai PDI Perjuangan. Sehingga Kongres V di Bali nantinya untuk Ketua Umum akan bersifat pengukuhan.

"Dalam Kongres untuk Ketua Umum tetap Bu Mega, tinggal mengukuhkan," tegasnya.

Djarot mengatakan, alasan Kongres PDIP pelaksanaannya dipercepat salah satunya memang untuk menyesuaikan agenda partai dengan pemerintah. Partai dan kader sudah dalam kondisi siap sebelum pelantikan nantinya.

"Supaya agenda partai itu sesuai juga dengan agenda pemerintah, makanya dipercepat, biar konsolidasinya tuntas sebelum pelantikan DPR, sebelum pelantikan Presiden dan penyusunan kabinet," terangnya.

Pernyataan Djarot sekaligus menepis adanya keinginan Megawati untuk mundur atau digantikan oleh kader lain. Djarot juga menegaskan bahwa PDIP dalam kondisi solid, bahkan paling solid di antara partai politik lain. Semua kadernya hingga sekarang ini juga satu suara dalam memutuskan suara, tanpa sebuah manuver.

"Saya kok tidak melihat itu (adanya manuver)," tegasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Prabowo Usai Bertemu Mega: Perbedaan Itu Biasa, Kita Ingin Hubungan yang Baik
Tiba di Teuku Umar, Prabowo Disambut Megawati, Puan Hingga Budi Gunawan
Bakwan Spesial Racikan Megawati Buka Pertemuan dengan Prabowo
OSO: Pak Prabowo dan Bu Megawati Pernah Bersama Bergandengan Tangan
Prabowo Puji Nasi Goreng Buatan Mega: Saya Sampai Nambah
Meski Tak Diberitahu, Surya Paloh Maklumi Pertemuan Megawati dan Prabowo
Djarot: Prabowo dan Mega Pertemuan Sahabat Lama, Bukan Soal Bagi-Bagi Kursi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami