Membandingkan Visi Ma'ruf dan Sandi Atasi Pengangguran di Kalangan Milenial

POLITIK | 17 Maret 2019 23:17 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno mencatat angka pengangguran di usia 15-24 tahun mencapai 61 persen. Angka ini terbilang tinggi sehingga perlu terobosan agar kalangan milenial bisa mendapat pekerjaan.

Program yang akan dijalankan Sandi jika terpilih adalah SMK-SMK bisa terhubung secara sinergis dengan penyedia kerja, dunia usaha dan sektor lainnya. Dengan begitu, lanjutnya, siswa dan siswi SMK setelah lulus bisa langsung mendapat pekerjaan.

"Kami akan luncurkan, ini menjadi solusi permanen solusi kurangi pengangguran di usia muda. Kami harapkan 5 tahun kurangi 2 juta pengangguran," katanya dalam debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).

"Data riset 69 persen anak muda ingin sistem fleksibel, desain kebijakan milenial dapat kesempatan dapat lapangan kerja di berbagai bidang kreatif dan teknologi digital," tambahnya.

Sedangkan Cawapres Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan akan mereformasi dunia pendidikan dari tingkat bawah sampai universitas, terutama di tingkat SMK. "Kami akan lakukan revitalisasi, poli teknik dan akademik dan disesuaikan dengan tuntutan pasar (Dudi) dunia usaha dan dunia industri. Kita hasilkan sarjana dan respons lapangan kerja terbuka di dalam dan luar," tuturnya.

"Upaya pelatihan, balai latihan kerja kursus-kursus oleh karenanya untuk dorong melakukan peningkatan kami keluarkan kartu pra kerja supaya memperoleh semangat beri intensif honor 6 bulan sampai 1 tahun," tandasnya. (mdk/did)

Baca juga:
BPN Prabowo Sebut UN Beban Siswa, TKN Jokowi Tolak Hapus
Lea Simanjuntak dan Angel Pieters Tutup Debat Cawapres dengan Lagu Kebyar-Kebyar
Ma'ruf Amin Tutup Debat: Saya Sumpah Atas Nama Allah akan Lawan yang Sebar Hoaks
Sandiaga Sebut Masalah Stunting Lebih Penting dari Pilpres
Cek Fakta: Ma'ruf Amin Sebut Angka Pengangguran Terendah Dalam 20 Tahun Terakhir
Penjagaan Ketat Debat Cawapres 2019

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.