Membedah Peluang Gibran jika Maju Pilgub DKI Jakarta

Membedah Peluang Gibran jika Maju Pilgub DKI Jakarta
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua DPR Puan Maharani dan Wali Kota Solo Gibran Rakabumin. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 2 Juli 2022 07:04 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka digadang-gadang maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Sejumlah survei menempatkan nama anak pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu di posisi atas kandidat calon gubernur pengganti Anies Baswedan. Di Jawa Tengah, putra sulung Jokowi bahkan menempati posisi pertama dalam survei.

Gibran sendiri memang menyiratkan keinginannya menjadi salah satu kontestan. Meski mengaku untuk tetap fokus menyelesaikan tugas-tugasnya di Solo, namun dia akan mempertimbangkan jika ditugaskan oleh partai.

"Ya nanti kita pertimbangkan dulu lah. Masih banyak pekerjaan di Solo," ujar Gibran di Balai Kota, Selasa (21/6) lalu.

Gibran mengaku mendapatkan banyak saran dan masukan saat bertemu para petinggi partai besar, seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani maupun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun ketiganya tidak secara khusus memintanya untuk maju Pemilihan Gubernur (Pilgub) di daerah mana.

"Ya memang tidak secara spesifik seperti itu. Intinya banyak saran dan masukan. Yang namanya ketemu senior, apalagi ketemu petinggi partai, ketua umum pasti banyak saran-saran. Ini di sini, nanti ke depan ke sana, pasti gitu," ujar Gibran menerangkan.

Maraknya pemberitaan terkait Pilgub, lanjut Gibran, belum pernah dibicarakan dengan Jokowi, yang juga ayahnya. Gibran mengaku belum pernah meminta pertimbangan apapun ke orang nomor satu di Indonesia.

"Belum, belum. Nanti aja, urusan nanti," katanya.

Dalam beberapa hari belakangan, Gibran memang kebanjiran saran untuk maju dalam Pilgub 2024 baik DKI Jakarta ataupun Jawa Tengah. Puan Maharani dan Prabowo Subianto menjadi dua tokoh yang ingin melihat Gibran tampil di panggung Pilgub.

Jika sebagian orang menganggap peluang Gibran lebih besar di Jawa Tengah, lalu bagaimana dengan DKI Jakarta?

Pengamat politik Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Sunny Ummul Firdaus mengatakan, setiap kepala daerah mempunyai peluang untuk memimpin DKI Jakarta dengan sejumlah alasan. Gibran, lanjut dia, memiliki pengalaman untuk mengelola dan memimpin daerah, memiliki syarat normatif yang ada di undang-undang dan memiliki elektabilitas.

"Mas Gibran itu kan dikenal sebagai kepala daerah dan putra Presiden.
Kalau persentasenya di DKI Jakarta berapa, saya tidak bisa memastikan. Karena dinamika politik bergerak cukup dinamis," kata Sunny kepada merdeka.com, Kamis (30/6).

Menurut dosen Hukum Tata Negara UNS, partai pengusung memang penting, namun bukan faktor dominan. Karena Pemilu dilaksanakan secara langsung dan serentak, maka popularitas, kinerja, kepuasan masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan seorang calon kepala daerah.

"Partai manapun dapat melirik siapapun, dan pasti partai sudah berhitung plus minusnya," lanjut Sunny menganalisa.

2 dari 5 halaman

Kekuatan Gibran

Seperti diketahui, Gibran merupakan wali kota yang relatif masih muda. Menurut dia, sosok pemimpin muda mempunyai banyak kelebihan di banding yang tua.

"Pemimpin muda itu identik dengan inovasi dan kreativitas. Dan rata-rata pemimpin muda selalu punya kebaruan dalam membangun wilayah," terangnya.

Sama seperti pemimpin lainnya, Gibran juga memiliki kekurangan dan kelebihan. "Setiap kelebihan selalu ada kekurangan, dan itu akan menjadi satu paket pilihan. Jika kelebihan lebih dominan maka kekurangan menjadi tidak begitu signifikan," tuturnya.

3 dari 5 halaman

Jokowi effect

Saat disinggung apakah keberhasilan Gibran dalam memuluskan karir politiknya

dipengaruhi faktor Jokowi effect, Sunny tidak menampiknya.

"Saya kira efek lingkungan akan mempengaruhi siapapun yang berada di zona itu. Otomatis Gibran tidak terlepas dari efek Jokowi yang saat ini menjadi putra orang nomor satu," jelas dia.

Untuk pilihan wilayah, Gibran atau siapapun harus mempertimbangkan konsekuensi. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik dan local wisdom yang berbeda, sehingga penanganannya jelas berbeda.

Terkait dukungan partai, khususnya PDIP, apakah nanti DPP akan memberikan tiket kepada Gibran untuk Pilgub DKI Jakarta atau Jateng, Sunny mengatakan, hal tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Kalau DKI atau Jateng, sepenuhnya itu hak prerogatif ketua umum. Sama saja (DKI atau Jateng) karena kinerja yang akan dinilai oleh masyarakat," tandasnya.

4 dari 5 halaman

Dukungan PDIP Solo

Terlepas provinsi mana yang akan dipilih, dukungan penuh siap diberikan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. Mantan Wali Kota Solo itu siap memenangkan Gibran di Pilkada, baik di DKI Jakarta maupun Jawa Tengah. Dukungan serupa pernah ditunjukkan Rudy saat Jokowi memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu.

Sebagai kader partai, Rudy mengaku akan tegak lurus mengikuti keputusan ketua umum.
Jika Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sudah mendorong Gibran untuk maju Pilgub, itu berarti ia melihat Gibran sebagai sosok yang memiliki kompetensi dan kemampuan. Sehingga jika ingin maju sebagai calon gubernur, pasti akan diberikan rekomendasi.

"Pada prinsipnya, bagi saya, ketika ketua umum itu merekom A, A itulah yang harus kita jalankan dan kita menangkan," ujar Rudy, Rabu (22/6).

5 dari 5 halaman

Lebih menguntungkan DKI

Saat ditanyakan lebih baik dan menguntungkan provinsi mana Gibran harus maju Pilkada, Rudy pun menyerahkan ke ketua umum.

"Rekomnya ibu (Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri) itu siapa, di mana, gitu lho. Ibu merekom di Jateng ya kita dukung di Jateng lah. Wong saya itu enggak pernah namanya membuat kecewa ketua umum saya. Ibaratnya saya yang menderita dari pada ibu yang sakit," katanya.

Rudy mengaku tidak pernah dimintai pertimbangan terkait pencalonan Gibran nanti di wilayah mana. Namun berdasarkan hitung-hitungan, ia lebih memilih Gibran bertarung di DKI Jakarta. Alasannya, dikatakan Rudy, resistensinya lebih kecil dibanding Jawa Tengah.

"Kalau bertanding secara umum itu lebih enak di DKI dari pada di Jawa Tengah. Resistensinya (di Jateng) kan lebih besar. Karena yang kepingin jadi gubernur kan banyak juga to. Kecuali saya. Tapi kalau direkomendasi di Jawa Tengah ya, suka tidak suka ya harus didukung dan dimenangkan. Tidak boleh tidak," beber Rudy.

Rudy juga yakin jika rekomendasinya untuk maju di DKI Jakarta, kemungkinan menang tetap terbuka. Namun harus didukung dengan kerja keras oleh semua unsur partai.

"Seperti Pak Jokowi dulu juga sama, lawannya incumbent juga menang. Karena banyak yang dari Solo Raya, dari Jawa Tengah banyak to yang di sana," lanjutnya.

Bagi Rudy, keuntungan Gibran maju di Jakarta adalah resistensi lebih rendah, dikarenakan merupakan ibu kota negara yang memiliki masyarakat yang majemuk. Selain itu jumlah DPC di Jakarta juga lebih sedikit di banding Jawa Tengah yang memiliki 35 DPC.

"Kita mengambil sejarah saja ketika Pak Jokowi maju ke sana. Sama tingkat elektabilitasnya, dan yang dihadapi incumbent," ucapnya.

Rudy enggan menilai apakah sosok Gibran memiliki kemampuan untuk maju sebagai calon gubernur. Namun sebagai kader partai yang memiliki prinsip, sikap dan komitmen akan tetap mendukung keputusan ketua umum. Apalagi jika rekomendasi benar-benar diberikan untuk anak sulung Presiden Jokowi itu.

"Dulu kita juga ikut memenangkan Pak Jokowi di sana kok. Ketua umum menunjuk orang itu pasti sudah ada pertimbangan. Kalau ketua umum sudah bilang seperti itu, nggak ada kader melawan," pungkas Rudy. (mdk/cob)

Baca juga:
VIDEO: Wali Kota Medan Bobby Nasution: Kalau Ditawari ke Jakarta Ada, Tapi...
Ogah Dukung Gibran, PKS Jagokan Gamal Albinsaid di Pilgub DKI 2024
Bobby Nasution Malu-Malu Disinggung Maju Pilgub DKI: Mudah-mudahan
FX Rudy Siap Menangkan Gibran Ikut Pilgub Jateng atau DKI
Gibran Disiapkan untuk Pilgub DKI atau Jateng, Begini Jawaban PDIP
Risma Tak Bermimpi Pimpin DKI: Jadi Menteri Saja, Saya Pernah Tolak Empat Kali

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini