Mendagri: Satpol PP Dilarang Kampanye, Menjelaskan Keberhasilan Pemerintah Boleh

POLITIK | 5 Desember 2018 13:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersikap netral dalam Pemilu 2019. Dia melarang Satpol PP untuk ikut mengkampanyekan salah satu peserta pemilu.

"Tugas Satpol PP Anda harus netral, enggak boleh ikut kampanye pilih nomor sekian enggak boleh. Menjelaskan program pemerintah yang berhasil boleh," ujar Tjahjo saat membuka rakornas yang dihadiri Kasatpol PP se-Indonesia di Hotel Media Tower Jakarta Pusat, Rabu (5/12).

Tjahjo menegaskan Satpol PP wajib menjelaskan capaian program pemerintah. Kasatpol PP, kata dia, diperbolehkan menyampaikan keberhasilan program Nawa Cita Presiden Jokowi yang berhasil.

"Kita sampai tanggal 19 oktober menyampaikan apa program Nawa cita yang berhasil, pembangunan infratruktur yang berhasil, boleh. Tegak lurus pegawai negeri itu, mulai presiden sampai kepala desa kepala kelurahan," ucapnya.

Mantan Sekjen PDIP itu meminta agar Satpol PP turut membantu pemerintah meningkatkan angka partisipasi masyarakat di pemilu. Namun, dia mengimbau agar Satpol PP terlebih dahulu memahami aturan KPU dengan baik.

"Urusan kampanye ada rambu-rambunya. Maka Satpol PP pegang aturan PKPU itu. Pegang UU dengan baik. Pegang jadwal kampanye yang ada, hadir di tengah-tengah masyarakat," kata Tjahjo.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber : Liputan6.com

Baca juga:
Tak Hanya Datang Absen, Satpol PP Diminta Bantu Pemilu, Cegah Radikalisme dan Korupsi
Mendagri Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah
Mendagri Berharap Semua Pihak Bersinergi Hadapi Pemilu 2019
Ridwan Kamil Belum Kirim Surat ke Mendagri, Penggantian Bupati Indramayu Terhambat
Mendagri: Pemprov DKI Belum Ada Wagub Bukan Salah Pak Anies, Tapi Partai Pengusung

(mdk/ray)