Menteri-Menteri Jokowi yang Menolak Menjabat Lagi

POLITIK | 23 Juli 2019 06:45 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Presiden Jokowi beberapa waktu lalu mengatakan akan ada menteri yang kembali menjabat untuk Kabinet Kerja jilid II periode 2019-2024. Jokowi akan mempertahankan sejumlah nama menteri untuk mengisi kabinet kerja jilid II.

Siapa menteri yang akan bertahan? Namun, beberapa menteri sudah menyatakan tidak akan kembali menjabat lagi. Berbagai alasan mereka kemukakan kenapa menolak menjabat kembali menjadi periode untuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Berikut menteri-menteri Jokowi yang sudah mengisyaratkan menolak menjabat kembali:

1 dari 4 halaman

Menteri Tjahjo Kumolo

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sudah memperkirakan tak dipilih kembali menjadi menteri dalam negeri. Menurutnya, dalam sejarah tidak pernah ada Mendagri menjabat sampai dua kali.

"Dalam sejarah, tidak ada Mendagri 2 kali (menjabat) itu, tidak ada," kata Tjahjo.

Jadi, Tjahjo tidak tahu apakah akan terpilih kembali atau tidak dalam Kabinet Kerja yang baru. "Tidak tahu, itu haknya presiden. Dalam sejarah, hanya sekali," kata Tjahjo.

2 dari 4 halaman

Menteri Agama Lukman Hakim

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sekaligus politikus PPP mengaku tidak berminat kembali menjabat sebagai menteri pada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia merasa sudah cukup menjalankan tugas seorang Menteri Agama saat ini.

"Tidak (jadi Menteri) saya sudah merasa lebih dari cukup," kata Lukman Hakim saat menghadiri Mukernas IV PPP di Kota Serang Banten, Jumat (19/7).

3 dari 4 halaman

Alasan Menteri Lukman Menolak Jadi Menteri Lagi

Lukman Hakim Saifuddin memberi alasan kenapa dirinya menolak menjabat sebagai menteri agama lagi. Lukman menilai masih banyak kader PPP lain yang memiliki kemampuan dan integritas untuk menjadi menteri Jokowi.

"Di PPP lebih banyak yang lebih pantas dan mumpuni memiliki kepatutan dan kepantasan," katanya.

Sementara PPP sendiri sudah memberikan sinyal tidak akan menyorongkan nama Lukman. "Kami ini cenderung menganut prinsip gantian gitu ya. Jadi ini setuju semua kalau soal prinsip. Tapi sebagai partai kader, kami juga harus berikan kesempatan kader lain untuk bisa duduki jabatan-jabatan di pemerintahan," kata Sekjen PPP Arsul Sani

Lukman Hakim telah menjabat menjadi Menteri Agama sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Lukman kembali jadi Menteri Agama di era Jokowi-Jusuf Kalla.

4 dari 4 halaman

Bagaimana Jawaban Menteri Lainnya?

Sementara itu, bagaimana jawaban menteri lainnya saat ditanya apakah akan menjawab kembali? Menolak atau menerima?

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku siap jika kembali dipercaya Jokowi menjadi menteri. "Ya insyaallah kalau badan masih sehat dan Pak Jokowi memberikan kepercayaan penuh ya saya akan lakukan," kata Susi.

Sedangkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tak mau ambil pusing soal akan terpilih kembali atau tidak sebagai menteri dalam Kabinet kerja baru. Kini ia hanya fokus menyelesaikan tugas tepat waktu.

"Tidaklah, itu urusan nanti, yang penting kita benar-benar bisa menyelesaikan tugas kita tepat pada waktunya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa," kata Menteri Rini.

Senada dengan Menteri Rini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengaku pasrah akan keterlibatan dirinya dalam kursi Pemerintahan Jokowi pada periode 2019-2024 mendatang. Sebab, keputusan yang berhak ada di tangan Presiden Jokowi. Sebab, sepanjang pengalamannya menjabat sebagai menteri, tidak pernah diberitahu sebelumnya.

"(Jadi menko lagi?) Saya enggak tahu apa yang terjadi. Saya belum pernah dikasih tahu dulu kalau jadi menteri. Jadi saya ya udah lah. Kan tiga kali saya jadi menteri, tidak pernah saya diberi tahu" kata Luhut. (mdk/has)

Baca juga:
Mereka yang Mengaku Siap Jadi Menteri Jokowi
PDIP Siap Beri Masukan Nomenklatur Kementerian Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Amien Rais Bicara Bagi Kekuasaan '55-45', PDIP Nilai Pesan Bagi PAN Jadi Oposisi
Bertemu Surya Paloh, Cak Imin Tepis Bahas Kursi Pimpinan MPR dan Menteri
Belum Ada Komunikasi dengan Jokowi, Said Aqil Sebut Menag Jatah Kader NU

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.