MK Minta Berkas Jawaban KPU Diserahkan Paling Telat Selasa Pagi

POLITIK | 14 Juni 2019 16:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mahkamah Konstitusi (MK) mengambil keputusan usai musyawarah hakim selama 10 menit. Hasilnya, sembilan hakim bersepakat untuk memundurkan jadwal sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019 sehari setelah jadwal.

"Permohonan dikabulkan artinya tidak perlu hari Senin tapi hari Selasa," kata Anwar Usman, Ketua Majelis Hakim MK di sambil mengetuk palu menutup sidang hari ini, Jumat (14/6).

MK menyatakan, diterimanya perbaikan permohonan oleh pihak pemohon yaitu Tim Hukum Prabowo-Sandiaga, membuat pihak termohon yaitu KPU dan pihak terkait yaitu Tim Pengacara Jokowi-Ma'ruf, wajib menyiapkan berkas jawaban tambahan.

"Karenanya, berkas jawaban itu (pihak termohon dan pihak terkait) diserahkan ke MK sebelum jam sidang (jam 9 pagi) ke kepaniteraan," lanjut Usman memberi toleransi.

Sebelumnya, KPU merasa keberatan menghadirkan saksi bila sidang dilanjutkan hari Senin. Hal itu dikarenakan alasan teknis sarana dan prasarana mencakup KPU di 34 provinsi se-Indonesia.

Demikian pula tim pengacara Jokowi-Ma'ruf. Lewat koordinatornya, Yusril Ihza Mahendra, pihaknya merasa bingung jawaban mana yang menjadi dasar untuk sidang pembuktian sengketa. Oleh karena itu, mereka juga minta kelonggaran waktu kepada majelis hakim MK.

Reporter: M Radityo (mdk/ray)

Baca juga:
2 Hari Akun Diblokir, Politikus Andre Rosiade Datangi Kantor Facebook & Instagram
Ketua MK: Bukti Kubu Prabowo-Sandi Belum Lengkap
Nobar Sidang Sengketa Pilpres di USU Sepi Penonton
MK Kabulkan Sebagian Permohonan KPU Perbaiki Jawaban
Ditolak KPU dan Kubu Jokowi, MK Tetap Terima Perbaikan Tim Prabowo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.