Ormas MKGR Laporkan Ketua Panitia Mubes MKGR 'Perjuangan' ke Polisi

Ormas MKGR Laporkan Ketua Panitia Mubes MKGR 'Perjuangan' ke Polisi
POLITIK | 19 September 2019 19:04 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Mubes Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) yang memilih Fahd El Fouz Arafiq di Hotel Sultan, Jakarta diprotes Ormas MKGR pimpinan Roem Kono. Bahkan, ketua panitia MKGR 'Perjuangan' itu dilaporkan ke polisi.

Ormas MKGR mendatangi Hotel Sultan untuk melakukan klarifikasi kepada pihak hotel agar melarang adanya acara yang mengatasnamakan MKGR. Klarifikasi dilakukan oleh Waketum Tumpal Sianipar bersama Waketum Ormas MKGR Toni Ismail Pontoh, Waketum Taufan, Wasekjen Agal dan seluruh Pengurus dari Jajaran Ormas MKGR Pelopor Massa Ormas MKGR dan Pengurus Garnas DPP Ormas MKGR.

"Kami menyampaikan protes dan meminta kepada hotel untuk memberhentikan acara yang di gagas oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Ormas MKGR, ketua panitia acara ini telah kita laporkan ke kepolisian, pihak hotel sudah kami beritahukan sehari sebelumnya, dan kami pengurus DPP sudah menanyakan kepada Polda (Metro Jaya) terkait izin keramaian dan hasilnya kita dapat bahwa izin acara tersebut tidak ada dikeluarkan kepolisian," ujar Taufan kepada wartawan, Kamis (19/9).

Waketum Tumpal Sianipar juga menyayangkan Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR RI yang menghadiri acara tersebut. Padahal acara itu telah dibubarkan oleh pihak kepolisian serta managemen Hotel Sultan dan disepakati acara dihentikan secara damai.

"Setelah kami keluar malahan acara dilanjutkan dan bahkan dihadiri oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo," katanya.

Waketum DPP Ormas MKGR Toni Pontoh menjelaskan, ormas MKGR memiliki aturan yang jelas. Karena ormas MKGR yang sah diketuai oleh Roem Kono berdasarkan anggaran dasar organisasi hasil Mubes di Bandung.

"Bapak Roem Kono sebagai Ketua Umum dan Adies Kadir sebagai Selertaris Jenderal masa bakti 2015-2020," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Beda dengan MKGR Roem Kono

mkgr roem kono rev2

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengurus Ormas sayap Golkar, MKGR mendeklarasikan perkumpulan baru bernama MKGR. Hal ini dilakukan karena para pengurus melihat kepemimpinan Roem Kono di Ormas MKGR tidak sesuai harapan.

Arman Amin, Bendum MKGR, mengatakan, dalam Mubes yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (19/9), terpilih Fahd El Fouz Arafiq sebagai ketua umum. Namun Arman menegaskan, MKGR ini berbeda dengan Ormas MKGR yang dipimpin Roem Kono.

"Jadi ini MKGR berbeda dengan ormas MKGR, tapi pengurusnya sama saja," jelas Arman saat dihubungi merdeka.com.

Arman menjelaskan, MKGR dibentuk atas kegelisahan para pengurus Ormas MGKR terhadap kepemimpinan Roem Kono. Dia menganggap, Roem Kono hanya mementingkan kepentingan pribadi ketimbang Ormas.

"Melihat dari kinerja Roem Kono dan kawan-kawannya, ini hanya mementingkan dirinya dan segelintir orang dan tak mau besarkan Ormas kita ini dari situ," tambah Arman.

Arman yang di MKGR kubu Fahd menjabat sebagai Bendahara Umum mengatakan, pihaknya tak mau menggelar Mubeslub untuk menggulingkan Roem Kono. Karena, membutuhkan proses yang panjang dan menciptakan dualisme baru. Karena itu, dia memilih untuk membentuk MKGR versi perjuangan.

Meskipun dia mengakui, MKGR versi Fahd tak memiliki hak pilih di Munas, karena yang diakui kubu Roem Kono. Tapi dia menjelaskan, MKGR ini akan disahkan oleh Bambang Soesatyo apabila menang di Munas nantinya.

"Nanti setelah munas Golkar, siapa yang terpilih, kalau misalnya Bamsoet terpilih, pasti akan mengakomodir kita. Posisi itu yang saat ini kita ambil," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Bamsoet Sayangkan Kerusuhan

kerusuhan rev2

Bamsoet yang hadir dalam acara itu, menyayangkan adanya aksi ricuh pada pemberian dukungan pada dirinya dari Mubes MKGR versi Fahd.

"Walaupun acara hari ini diwarnai kerusuhan, tetapi saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan MKGR. Derasnya dukungan yang datang menandakan derasnya gemuruh kader menjemput kembali kejayaan Partai Golkar," kata Bamsoet.

Dia menjelaskan seharusnya acara semacam ini bisa berlangsung di kantor DPP Partai Golkar. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena panitia dilarang masuk.

"Saya dengar dari panitia, seyogyanya acara hari ini akan dilakukan di kantor DPP Partai Golkar Slipi. Namun apa daya panitia dilarang masuk. Akhirnya panitia membuat acara di hotel Sultan ini. Di sinipun akhirnya mereka serbu juga," ujarnya.

Bamsoet juga mengingatkan pada pendukungnya untuk tidak membalas hal tersebut dengan aksi apapun. Serta harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

"Kekerasan tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Kita harus membalasnya dengan kasih sayang dan memaafkan," ungkapnya.

Baca juga:
Bamsoet Sayangkan Acara Pemberian Dukungan MKGR ke Dirinya Ricuh
DPR Targetkan RUU Pesantren Kelar Sebelum Habis Masa Jabatan
Dukung di Munas, DPD Bali Nilai Airlangga Tokoh Muda Golkar yang Mumpuni
Gelar Mubes, MKGR 'Perjuangan' Pilih Fahd Arafiq Jadi Ketua Umum
Somasi Loyalis Bamsoet ke Airlangga Dinilai Salah Alamat
Anggap Sukses di Pemilu, DPD Golkar Bengkulu Dukung Airlangga di Munas

(mdk/rnd)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami