Moeldoko Ibaratkan Perbedaan Kader PBB Dukung Capres Seperti Patung Liberty

POLITIK | 28 Januari 2019 03:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyinggung perbedaan sikap politik di Partai Bulan Bintang (PBB).

Moeldoko menyampaikan di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB di Mecure Convention Center, Ancol Jakarta, Minggu (27/1/2019). Moeldoko hadir mewakili Presiden Joko Widodo.

Moeldoko mengatakan, perbedaan hal yang wajar. Namun, tetap memegang erat konstitusi. Ia pun mengibaratkan perbedaan politik itu seperti patung Liberty.

"Tadi saya tertarik bahwa demokrasi menjunjung tinggi perbedaan dan kebebasan. Mari kita lihat patung Liberty di Amerika. Dia Wujudkan kebebasan dia, dia angkat api kebebasan tinggi-tinggi. Tapi di tangan kanan peluk erat-erat konstitusi," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, tidak mempersoalkan apabila ada kadernya berbeda pilihan dalam mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 17 April mendatang. Menurut Yusril, PBB memutuskan mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"PBB putuskan memberikan dukungan politik ke pasangan Joko Widodo ( Jokowi)-Ma'ruf Amin. Tapi kalau ada beda pilihan dan dukungan tidak dipermasalahkan oleh PBB," kata Yusril, sebelum menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Mecure Convention Center, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (27/1).

Yusril menegaskan terkait 80 calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) yang mendeklarasikan diri mendukung capres-cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno di Pilpres 2019 merupakan pilihan pribadi.

"Jadi tidak ada istilahnya Gerakan Nasional Caleg PBB Poros Makkah atau lain-lainnya. Karena yang mengangkat orang menjadi caleg itu adalah partai. Bukan yang lain. Jadi keputusan udah diambil diharapkan semua taat pada putusan. Tapi kami tetap mentolerir beda pendapat di partai," jelas dia.

Yusril menuturkan tidak akan memberikan sanksi kepada caleg yang berbeda pilihan tersebut. Ia mengaku tetap hormati perbedaan pendapat. Asalkan, tidak saling mengusik.

"Enggak ada sanksi. Tapi baik-baiklah di partai jangan serang menyerang, caci maki, fitnah. Tidak sepantasnya hal itu dilakukan. Saya pikir mayoritas PBB diam dan sopan, tapi ada juga yang suaranya lantang," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
TKN Blak-blakan Manfaat Infrastruktur yang Dibangun Selama Pemerintahan Jokowi
Didampingi Moeldoko, Jokowi Terima Ormas Islam di Istana
Istana: Syarat Taat Pancasila dan NKRI Buat Ba'asyir Tak Bisa Dinegosiasi
Polemik Prabowo Sebut TNI Cuma Mampu Perang 3 Hari Dibantah 2 Mantan Jenderal
Yusril Jadi Mentor Jokowi-Ma'ruf di Debat Capres Besok
Datangi Djakarta Theater, Jokowi Dikabarkan Lakukan Simulasi Debat Capres
Kepala Staf Presiden Moeldoko Paparkan Kinerja Jokowi-JK

(mdk/gil)