Moeldoko Sebut Tabloid Indonesia Barokah Rusak Demokrasi

POLITIK | 28 Januari 2019 12:17 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyesalkan beredarnya Tabloid Indonesia Barokah yang disebut-sebut menyudutkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menyebut, tabloid tersebut merusak demokrasi di Tanah Air.

"Kita enggak senang lah kehidupan demokrasi yang diwarnai upaya-upaya yang seperti itu, karena justru itu merusak demokrasi," katanya di Gedung Sekretariat Kabinet, Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/1).

Mantan Panglima TNI ini menegaskan, demokrasi harus dibangun dengan akal sehat dan cara-cara bermartabat. Bukan justru menggunakan propaganda menyesatkan.

"Cara-cara yang seperti itu tidak bagus untuk perkembangan demokrasi ke depan," ujarnya.

Moeldoko juga sependapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyarankan agar Tabloid Indonesia Barokah dibakar. Dia ingin hal-hal yang menimbulkan pertikaian segera dimusnahkan.

"Saya pikir memang hal-hal yang bisa menimbulkan percikan-percikan, gesekan-gesekan, emosi itu supaya dihindari. Harus dihilangkan karena kurang bagus dalam iklim demokrasi," tutur Wakil Ketua TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini.

Tabloid Indonesia Barokah menyasar sejumlah masjid di Tanah Air. Selain beredar dalam bentuk cetak, PDF Tabloid Indonesia Barokah juga beredar di media sosial Whatsapp (WA) Group. Tabloid tersebut terbit tiap dua bulan sekali.

Juru bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengatakan pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait siapa dalang di balik Tabloid Indonesia Barokah. Dia pun menangkap jejak digital dari Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma'ruf, Irfan Wahid atau lebih dikenal dengan nama Ipang Wahid.

"Ipang Wahid patut diduga terlibat dalam tabloid Indonesia Barokah," kata Andre saat dihubungi merdeka.com, Minggu (27/1).

Andre menjelaskan, indikasi keterlibatan Ipang Wahid yakni berdasarkan website Indonesia Barokah. Dia mengatakan, website itu saat ditelusuri berkaitan dengan Ipang Wahid.

"Website Indonesia Barokah dan Tabloid Indonesia Barokah memang dua hal yang berbeda, tapi website itu berisi video yang merupakan produksi dari Ipang Wahid, itu kalau website, kalau tabloid kita enggak tahu," jelas Andre.

Baca juga:
Ini Alasan Ipang Wahid Tak Polisikan Kubu Prabowo
Ipang Wahid: Demi Allah Saya Bukan Pembuat Tabloid Indonesia Barokah
TKN Minta BPN Tak Asal Tuding Ipang Wahid Terlibat Tabloid Indonesia Barokah
Dewan Pers Belum Temukan Indikasi Fitnah dan Hoaks di Tabloid Indonesia Barokah
Fadli Zon Sebut Polisi Cuma Butuh 2 Jam Buat Ungkap Dalang Tabloid Indonesia Barokah

(mdk/fik)