MPR Tegaskan Tidak Ada Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden

POLITIK | 21 November 2019 17:06 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Fraksi MPR Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan tidak ada wacana penambahan masa jabatan Presiden dengan melakukan amandemen UUD 45. Riza mengatakan masa jabatan presiden dua periode sudah final.

"Sudah kita putuskan dua periode cukup. Jadi tidak ada wacana presiden tiga periode, apalagi nanti bisa seumur hidup. Enggak bisa. Sudah putus," ujar Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/11).

Riza mengatakan masa sekarang berbeda dengan era Soekarno yang menetapkan masa jabatan seumur hidup. Era reformasi, kata dia, semuanya harus dibatasi.

"Pak Soekarno itu luar biasa. Tapi kan sekarang eranya berbeda. Apalagi sekarang era reformasi. Semuanya harus dibatasi. Kewenangan, kekuasaan, apapun di bumi ini harus dibatasi. Kewenangan jabatan apapun harus dibatasi," jelasnya.

Gerindra memandang masa jabatan presiden lima tahun satu periode dengan maksimal dua periode, sudah paling ideal. Riza menyebut, memang ada wacana ditambah menjadi enam tahun atau mengikuti negara lain yaitu satu periode delapan tahun.

Namun, Riza tidak mengungkapkan partai mana yang mengusulkan perubahan tersebut. Dia bilang, pemikiran itu muncul karena diskusi dengan negara lain.

"Ini kan wacana biasa kan kita selalu mencompare teman-teman dari partai lain. mungkin melihat, kan sering kita diskusi dengan negara lain," kata Riza.

Baca juga:
Ini Sederet Pesan Surya Paloh Soal Amandemen UUD 1945
Politikus Demokrat Kritik Isu Masa Jabatan Presiden 3 Periode
PAN Setuju Amandemen Terbatas UUD 1945, Golkar, Demokrat & PAN Belum Bersikap
Sambangi Rumah Zulkifli Hasan, Bamsoet Disapa 'Calon Ketum Golkar'
Wacana Presiden Kembali Dipilih MPR, Mungkinkah Terwujud?
Try Sutrisno Nilai Pemilihan Langsung Tak Ideal Diterapkan di Indonesia

(mdk/bal)