MUI Imbau Warga Garut Tak Datang ke MK Kawal Sidang Sengketa Pilpres

POLITIK | 13 Juni 2019 03:01 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, KH Sirojul Munir mengimbau warga tidak pergi ke Jakarta untuk mengawal sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menyebut masyarakat bisa memantau langsung perkembangan sidang dari rumah masing-masing.

"Untuk apa berangkat? Ke sana tidak ada pengaruh apa-apa. Apalagi berangkat untuk melakukan tindakan yang radikal, anarkis," ujar Munir, Rabu (12/6).

Munir mengingatkan masyarakat agar mempercayai prinsip independensi yang dipegang para hakim MK dalam menyelesaikan sengketa pilpres.

Dia juga meminta semua pihak harus menahan diri dan tidak terpancing informasi hoaks dan menyesatkan sehingga tidak menimbulkan perpecahan.

"Kami sudah menginformasikan hal ini kepada masyarakat dengan menurunkan tim ke wilayah dan menyampaikan melalui pengajian, melalui media dan lainnya. Intinya kami meminta agar semuanya lapang dada dengan hasil yang akan diputuskan nanti. Tujuannya agar jangan sampai terjadi perpecahan," imbuhnya.

Menurutnya, momentum lebaran ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk sama-sama saling memaafkan, khususnya setelah selesainya Pilpres 2019.

"Pendukung 01 atau 02 harus berdamai. Jangan lagi ramai merebutkan siapa yang benar dan salah. Lebaran ini kita harus saling minta maaf dan kembali bersatu," katanya.

Baca juga:
Bawaslu Serahkan Alat Bukti Sengketa Pilpres 2019 ke MK
Sengketa Pilpres 2019, Bawaslu Bawa 134 Alat Bukti ke MK
Bawaslu: Sampai Rekapitulasi Akhir BPN Tak Komplain soal Jabatan Ma'ruf Amin
Datang Bersama, KPU dan Bawaslu Kompak Serahkan Berkas Jawaban PHPU Pilpres ke MK
Hadapi Gugatan Prabowo-Sandi, Total Alat Bukti KPU Lebih dari Dua Truk

(mdk/ray)