Munas Golkar 2019 Diyakini Berjalan Musyawarah Mufakat Tanpa Persaingan

POLITIK | 14 November 2019 17:18 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Politikus Golkar, Happy Bone Zulkarnain meyakini, Munas awal Desember nanti tidak akan terjadi pertarungan keras antar calon ketua umum.

Ketua Koordinator bidang Hankam, Hubungan Luar Negeri, Hukum, Keamanan, Ekonomi Pedesaan dan Diaspora DPP Partai Golkar ini yakin seluruh stakeholders partai berlambang pohon beringin tidak ingin lagi terbelenggu dalam pertentangan yang merugikan eksistensi dan masa depan partai,

"Semua stakeholders, baik di DPP, daerah dan elemen-elemen lain sudah semakin cerdas dan kian bijak dalam menentukan arah dan masa depan Partai Golkar. Ini pengamatan saya dari dinamika menjelang dan menuju penyelenggaraan munas bulan Desember," ungkap Happy Bone kepada wartawan, Kamis (14/11).

Di masa lalu, kata dia, hampir setiap gelaran munas dibayangi pertentangan tajam. Ada pembelahan, perpecahan, hingga berdampak pada lahirnya partai baru. Dan itu pastinya merugikan Partai Golkar secara keseluruhan.

"Saya yakin semua kader partai menyadari hal itu. Saya berharap, dan tentunya harapan kita bersama, hal-hal seperti itu sekarang jangan terulang lagi. Dari pengamatan saya sendiri tampaknya memang tidak mungkin lagi terjadi," papar Happy yang juga loyalis Airlangga itu.

1 dari 2 halaman

Tidak Ada Faksi Lagi

Keyakinan Happy bahwa Munas Partai Golkar 2019 ini akan tersaji dengan baik, lancar dan sukses juga didasari 'suasana kebatinan' dan dimensi internal kader-kader partai yang semakin mendekati ke waktu pelaksanaan munas menunjukkan soliditas dan kekompakan yang semakin kuat.

"Saya harapkan tidak ada lagi faksi-faksi yang bergesekan sehingga kemudian mengulang peristiwa masa lalu yang tidak baik," ujar Happy, merujuk pada beberapa pembelahan dan perpecahan yang mendera partai tercintanya.

"Kita baca dan cermati juga penilaian dari eksternal, termasuk Presiden Joko Widodo, yang memberi acungan jempol atas kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto selama hampir dua tahun ini. Partai Golkar semakin solid," tambah dia.

2 dari 2 halaman

Musyawarah Mufakat Jalan Terbaik

Merujuk pula pada semakin dewasa dan bijaknya seluruh stakeholders Golkar, Happy Bone juga yakin jika Munas yang bertujuan untuk menetapkan ketua umum Partai Golkar 2019-2024 dengan musyawarah mufakat tersebut adalah munas yang mengukir sejarah terindah untuk Partai Golkar.

"Dan ini tentunya bukan hanya karena keberhasilan kepemimpinan Airlangga Hartarto, akan tetapi juga keberhasilan semua kader Partai Golkar dalam membangun masa depan Partai Golkar yang penuh harapan," tegasnya.

Politisi senior yang anggota DPR selama dua periode (1999-2009) ini kemudian menyitir ungkapan Arnold Joseph Toynbee, seorang filsuf dan sejarawan dunia asal Inggris. "Sejarah masa lalu adalah politik masa kini. Politik masa kini adalah sejarah untuk masa yang akan datang," dia menjabarkan.

"Maksudnya adalah bahwa kita harus solid, kompak dan bersatu untuk membangun masa sekarang ini karena ini semua akan menjadi sejarah untuk masa yang akan datang. Dan ini adalah legacy kita semua sebagai kader Golkar yang memprioritaskan soliditas dan kekompakan tersebut," lanjut dia lagi.

Dalam kaitannya dengan Partai Golkar, baik yang diputuskan untuk partai, tentunya akan berpengaruh untuk masa depan bangsa.

Happy Bone juga mengingatkan bahwa stabilitas dari Partai Golkar saat ini tidak terlepas berkat kerja apik seluruh kader Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Keberhasilan Partai Golkar menempati peringkat kedua di Pileg lalu, dengan perolehan 85 kursi DPR, juga tak terlepas dari kepemimpinan Airlangga Hartarto. (mdk/rnd)

Baca juga:
Airlangga Sebut Aklamasi Calon Ketua Umum di Munas Golkar Pernah di Zaman Ical
Lewat Pantun, Airlangga Ajak Kader Bersatu Besarkan Golkar
Yakin Menang Aklamasi, Airlangga Diklaim Kantongi 92% Dukungan di Munas
Airlangga Harap Munas Golkar Berjalan Demokratis dengan Musyawarah Mufakat
Buka Rapimnas Golkar, Airlangga Singgung Kesepakatan dengan Bamsoet