NasDem Minta 11 Kursi Menteri, PDIP Ingatkan Presiden Jangan Ditekan-tekan

POLITIK | 1 Agustus 2019 16:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Partai NasDem meminta 11 jatah kursi menteri dalam pemerintahan jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi). PDIP mengingatkan agar partai koalisi tak mengganggu Presiden Jokowi dalam menyusun kabinet.

"Sehingga, seharusnya tidak ada tekan menekan di dalam penyusunan hal itu," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (1/7).

Hasto mengatakan, semua partai pendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019, mempunyai peran untuk memobilisasi masyarakat. Namun peran tersebut tak lantas meniadakan hak prerogatif Presiden dalam menentukan calon menteri.

"Tapi bukan peran itu kemudian meniadakan hak prerogatif Presiden," kata Hasto.

Dia pun mencontohkan bagaimana ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri kala menjadi Presiden, bagaimana menyusun kabinet dengan sunyi dan tenang.

"Tapi bisa dihasilkan sosok-sosok berkaliber nasional dan internasional. Sehingga kabinet Ibu Mega disebut the dream team kabinet, yang mampu menyelesaikan krisis dimensi saat itu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), kini Partai NasDem ikut-ikutan meminta jatah menteri ke Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). NasDem meminta 11 kursi menteri, 1 kursi lebih banyak dari PKB yang menginginkan 10 kursi.

"Suara NasDem kan lebih besar daripada PKB di DPR, berdasarkan kursi, maka sepantasnya NasDem mengusulkan 11," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7).

Taufiqulhadi mengatakan tidak tepat jika membahas pembagian kursi secara terbuka. Menurutnya, pembicaraan itu baiknya dilakukan dalam rapat bersama Jokowi.

"Tentu belum ada. Klaim-klaim itu tak terlalu tepat, itu nanti dikomunikasikan saja saat rapat dengan Pak presiden terpilih secara langsung. Jadi enggak perlu diungkapkan kepada publik," ungkapnya.

Dia juga yakin akan ada jatah kursi menteri yang bisa dipertahankan oleh NasDem. Taufiq berharap jumlah kursi menteri yang didapat bisa bertambah seiring perolehan kursi NasDem di DPR.

"Kalau itu menurut saya pembicaraan secara resmi belum ada. Tapi tentu saja kursi yang ada bisa kita pertahankan, kemudian dengan suara NasDem lebih besar lagi sekarang. Jadi kursi yang ada dipertahankan dan NasDem naik 100 persen sekarang, kursi yang ada bisa dpertahankan dan bisa dapat lagi," ucapnya.

Sebelumnya, PKB berharap bisa mendapat 10 jatah menteri dalam pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Sabtu (18/5).

"Semoga dari PKB yang masuk ke DPR ada 60 orang, dan semoga 10 menteri dari PKB," katanya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/gil)

Baca juga:
Megawati akan Temui Jokowi Bahas Perubahan Nomenklatur
Kongres V di Bali, PDIP Undang Jokowi, JK, Ma'ruf hingga Prabowo
Ditanya Soal Tim Pemburu Penyerang Novel, Jokowi Minta Waktu Tiga Bulan
PBB Legowo Jika Tak Dapat Jatah Menteri
Fahri Minta Jokowi Keluarkan Perppu Perlindungan Data Pribadi
Sambut Kemerdekaan, Jokowi Buat Batik Motif 'Garuda Nusantara'
Jokowi Ingin 'Lahirkan' Anak Bangsa Bisa Taklukan Dunia dengan Bakat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.