Nurdin Halid Tepis Adanya Intervensi Istana di Balik Mundurnya Bamsoet

Nurdin Halid Tepis Adanya Intervensi Istana di Balik Mundurnya Bamsoet
Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto. ©2019 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir
NEWS | 3 Desember 2019 21:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Bambang Soesatyo atau akrab disapa Bamsoet tiba-tiba mengundurkan diri dari bursa pencalonan Ketum Golkar di detik-detik akhir jelang dibukanya Musyawarah Nasional X, Selasa (3/12).

Keputusan itu disampaikan usai melakukan pertemuan tertutup dengan pesaingnya yakni Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan dua senior Golkar Aburizal Bakrie (Ical) serta Luhut B Panjaitan. Pertemuan digelar sekitar 30 menit di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi.

Sumber menyebutkan, dalam pertemuan itu Luhut yang kini menjabat sebagai Menko Kemaritiman menyatakan membawa pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Politikus Partai Golkar, Nurdin Halid langsung membantah kabar intervensi istana dan menekan Bamsoet untuk mundur dari pertarungan Caketum Golkar. Menurutnya, Bamsoet memilih jalan kebijaksanaan untuk persatuan partai.

"Tidak. Tidak ada tekanan dari istana. Pak Bamsoet berpikir sangat bijak dengan mengedepankan persatuan Golkar demi keutuhan Golkar, beliau mengedepankan kepentingan partai daripada pribadinya. Jadi bukan karena tekanan istana," kata Nurdin di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (3/12).

Nurdin juga yakin, Bamsoet kendor bukan karena kalah dukungan dari Airlangga. Menurutnya, Bamsoet sangat cerdas. Dia melihat kondisi dan memutuskan mencegah perpecahan dalam tubuh partai.

"Beliau mengedepankan persatuan, tidak ada perpecahan partai. Beliau tidak mau bersaing untuk menghindari perpecahan partai," ujar dia.

Nurdin menambahkan, Golkar tetap menjalankan pemilihan caketum di Munas sesuai AD ART pasal 38 bahwa mekanisme pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat.

"Apabila Musyawarah mufakat tidak bisa dilakukan maka kita voting, itu dulu sebelum melangkah kepada yang lainnya, itu intinya," tegas Nurdin Halid.

2 dari 3 halaman

Luhut Membantah

Saat dikonfirmasi perihal informasi tersebut, Luhut tegas membantah. Dia mengatakan, tidak ada perintah Istana dalam dinamika politik jelang pembukaan Munas Golkar.

"Enggak ada. Arahan kami saja untuk Golkar. Tidak ada yang menekan-nekan," jawab Luhut saat dikonfirmasi merdeka.com.

Luhut menceritakan lobi ini sudah terjadi sejak pertemuan DPD I dan DPD II Golkar pro Airlangga di Tangerang semalam.

"Kami ketemu kemarin malam, di Bumi Serpong Damai, kita ngobrol-ngobrol, ngomong-ngomong, terus akhirnya ketemu tadi. Terus janjian, kami sepakat ketemu tadi," tambah Luhut.

3 dari 3 halaman

Suara Bamsoet

Sementara itu, Bamsoet menegaskan, tidak ada tekanan apapun terhadap keputusannya yang mundur dari pencalonan ketua umum di Munas Golkar. Soal lobi, Bamsoet menjawab sambil tertawa.

"Lobinya Pak Luhut saja sama Pak Airlangga, haha," jawab Bamsoet.

Dia mengatakan, ini bukti kehebatan Golkar. Ketika para senior sudah turun tangan, maka para pemuda harus mengikuti apa yang diinginkan senior tersebut.

"Inilah cara Partai Golkar menyelesaikan masalah. Ketika senior kumpul dan menyampaikan saran pendapat, kami yang muda pasti patuh. Itulah cara Golkar menyelesaikan persoalan setajam apapun. Kami hormati Pak Ical sebagai ketua dewan pembina, Pak Agung sebagai ketua dewan pakar, kami hormati Pak Akbar Tanjung sebagai ketua dewan kehormatan dan Pak Luhut sebagai tokoh Partai Golkar," kata Bamsoet.

(mdk/noe)

Baca juga:
Bamsoet Mundur, Ridwan Hisjam Tetap Maju Caketum Golkar Lawan Airlangga
Bamsoet: Masa Luhut Jadi 'Jembatan' Jokowi?
Presiden Jokowi Buka Munas Partai Golkar
Bamsoet Mundur, Jokowi Ajak Peserta Munas Golkar Beri Apresiasi Tepuk Tangan
Airlangga Sebut Munas Golkar Jadi Adem karena Bamsoet

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami