Oesman Sapta mundur dari jabatan Wakil Ketua MPR

POLITIK | 8 Februari 2018 00:20 Reporter : Rizky Andwika

Merdeka.com - Oesman Sapta Odang menyatakan niatnya untuk mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua MPR. OSO sapaan akrabnya, mengaku sejak lama meminta agar diganti. Dia memilih fokus pada pekerjaannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

"Saya rangkap jabatan. Minta diganti berulang-ulang. Sudah saatnya hari ini saya harus mundur di salah satu pimpinan lembaga tinggi negara ini. Saya akan konsentrasi di DPD saja. MPR akan saya lepas," ungkap OSO di hotel Kyriad, Padang, Rabu (8/2).

OSO akan menyerahkan kursi wakil Ketua MPR ke orang lain. Dia punya alasan kuat untuk memilih konsentrasi di DPD. Salah satunya karena selama ini DPD tidak memiliki kewenangan dan arah yang jelas. Padahal peran DPD sesungguhnya cukup vital untuk membangun daerah dan pedesaan.

"Negara ini ingin makmur. Negara makmur kalau daerah makmur. Tidak mungkin Indonesia makmur di Jakarta, Jawa, tidak mungkin makmur hanya Papua."

Untuk itu dia membutuhkan konsentrasi. Itu tidak mungkin bisa dilakukan jika OSO masih harus memikirkan tugasnya di MPR.

"Konsentrasi di DPD itu jauh lebih tinggi. Itu sebabnya tidak boleh merangkap-rangkap pekerjaan dalam lembaga tinggi negara. Kecuali kalau partai itu sah-sah saja. Tapi kalau lembaga tingginya itu tidak boleh," tegasnya.

Ketua Umum Partai Hanura ini menyebut keputusan itu tanpa ada tekanan dari pihak lain. "Ini hati nurani. Kita tidak pernah pakai otak nurani. Kita selalu pakai hati nurani," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura I Gede Pasek Suardika membenarkan kabar mundurnya OSO dari posisi Wakil Ketua MPR. Pasek mengatakan rencana itu telah dipikirkan OSO sejak lama.

"Ya benar. Sebenarnya sudah sejak awal diniatkan hanya karena kemarin dipilih gabungan parpol dan DPD jadi masih dipikirkan caranya. Sekarang sudah disampaikan secara resmi," kata Pasek saat dihubungi merdeka.com, Rabu (7/2).

Senator asal Bali menambahkan, OSO sebelumnya masih mencari mekanisme untuk mundur karena terpilih menjadi Wakil Ketua MPR dari unsur gabungan partai politik dan DPD.

Setelah melepas jabatan pimpinan MPR, kata Pasek, OSO akan fokus menjalankan tugasnya menjadi Ketua DPD RI.

"Memang sejak awal harus fokus satu jabatan di DPD saja," ujar Pasek.

Baca juga:
Hanura lolos verifikasi faktual peserta Pemilu 2019
OSO main pecat, kubu Daryatmo meradang, konflik Hanura berlanjut
Rekonsiliasi Hanura mentok, Kubu Daryatmo minta Wiranto 'turun gunung'
Upaya islah masih alot, kubu Hanura Daryatmo lanjutkan proses hukum OSO
Dipecat OSO, pengurus DPD dan DPC Hanura Banten melawan

(mdk/noe)