Orang-Orang Vokal dalam Barisan Kubu Jokowi dan Prabowo Subianto

POLITIK » MALANG | 26 Maret 2019 06:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Jelang pemilihan presiden, suhu politik menghangat. Kubu Capres Jokowi dan Prabowo Subianto sama-sama tancap gas untuk memenangkan Pilpres 2019.

Dalam proses menuju Pilres, beberapa timses beberapa kali vokal untuk membela capresnya. Keduanya saling kritik.

Berikut ini pernyataan-pernyataan keras para timses baik kubu Jokowi dan Prabowo Subianto jelang Pilpres:

1 dari 4 halaman

Hasto Kristiyanto di Kubu Jokowi

Pada kubu Jokowi-Ma’ruf, ada Hasto Kristiyanto yang kerap vokal mengkritik Prabowo-Sandi. Hasto yang merupakan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, beberapa kali mengeluarkan kritik pedasnya. Salah satunya saat Sandi memulai kampanye akbar di wilayah Jawa Tengah.

Menurutnya, Sandi akan sulit menembus barisan banteng lantaran wilayah tersebut merupakan lumbung suara Jokowi-Ma’ruf Amin. Sehingga hanya membuang energi ketika Sandi melakukan kampanye di Jateng.

"Justru ketika Sandiaga itu memfokuskan di Jawa Tengah, artinya energi mereka akan terserap di Jawa Tengah. Bagaikan menginjak pasir yang menyedot seluruh energi mereka," ungkap Hasto.

2 dari 4 halaman

Moeldoko: Kita Punya Catatan, Jangan Main-Main

Selain Hasto Kristiyanto, ada Moeldoko yang cukup vokal di kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Seperti saat kubu Prabowo-Sandiaga curiga dengan netralitas KPU.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin itu mencium ada upaya sistematis untuk memobilisasi agar muncul masyarakat tidak percaya kepada pemerintah. Moeldoko pun memberi peringatan pada oposisi. Dia meminta agar kubu Prabowo jangan memainkan isu tersebut.

"Kita sudah punya catatan, jangan main-main, jangan main-main. Kemarin Saya bilangin lanjutkan permainan itu, saya akan mainkan juga," kata Moeldoko.

3 dari 4 halaman

Fadli Zon di Kubu Prabowo-Sandi

Fadli Zon dikenal sangat vokal dalam menyampaikan kritik dan sindirannya. Salah satunya ketika memberikan sambutan di deklarasi Prabowo-Sandi di TMII. Dia menyinggung soal memilih calon pemimpin.

Menurutnya Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa memenuhi kebutuhan 265 juta penduduk bukan pemimpin yang hanya bisa mengimpor dan menghabiskan devisa. "Harus ada pemimpin yang menjamin (kesejahteraan rakyat) ini bukan pemimpin yang bisanya cuma impor, menghabiskan devisa, bukan hanya pemimpin yang janji-janji tapi tidak ditepati," kata Fadli.

4 dari 4 halaman

Dahnil Anzar

Tak kalah dengan Fadli Zon, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Dahnil Anzar juga orang yang selalu mengkritik kubu Jokowi. Misal saja ketika mengkritik sikap politik kubu Jokowi. Menurutnya, sikap politik tersebut nampak seperti menebar kebohongan.

"Saya kira apa yang dilakukan capres 01 dan timnya termasuk Mas Erick satu bulan ini, semuanya terkesan seperti menebar hoaks namun menuduh rival, pepatah bilang menepuk air didulang, terpercik muka sendiri," ujarnya beberapa waktu lalu. (mdk/has)

Baca juga:
Prabowo: Saya Sering Diejek, Difitnah, tapi Saya Menahan Diri
Ma'ruf Amin Ajak Warga Lebak Tak Golput dan Coblos Nomor 01
Begini Penampakan Hologram Jokowi-Ma'ruf untuk Kampanye Terbuka
Tanggapan TKN Ada Menteri Ikut Kampanye Jokowi
Kampanye di Cengkareng, Sandi Minta Pendukung Kompak dan Tak Mudah Terprovokasi
BPN Prabowo-Sandi Kenalkan Rekat, Aplikasi untuk Pantau Perolehan Suara di TPS