Pakar: Jokowi Mau Reshuffle Bukan Karena Dorongan Parpol, Tapi Kapasitas Menteri

Pakar: Jokowi Mau Reshuffle Bukan Karena Dorongan Parpol, Tapi Kapasitas Menteri
POLITIK | 3 Juli 2020 11:57 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menyampaikan kemarahannya kepada jajaran kabinetnya lantaran dianggap lambat dalam melakukan serapan anggaran di masa pandemi Covid-19. Sehingga wajar ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengancam akan melakukan reshuffle.

Direktur Eksekutif Indonesia Watch for Democracy, Endang Tirtana mengatakan, komitmen politik Jokowi sangat jelas dengan menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Sehingga, kemungkinan reshuffle kabinet tidak ada kaitannya dengan partai politik.

"Pertimbangan kepentingan dan representasi partai politik jangan lagi menjadi indikator utama. Tetapi kepemimpinan, keahlian, kapasitas, kemauan mengabdi dan melayani rakyat seperti yang ditunjukkan Presiden serta loyalitas kepada visi-misi Presiden, menjadi pertimbangan utama," katanya kepada merdeka.com, Jumat (3/7).

Penyegaran ini dinilai perlu agar komitmen antar menteri dan presiden sejalan dengan program-program nyata kerakyatan. Sehingga harus segera dilakukan evaluasi serius terhadap para menteri yang dianggap tidak memiliki sense of crisis.

"Rendahnya serapan anggaran oleh kementerian dengan alasan berlindung di balik ketakutan atas aturan yang membatasi tidak bisa menjadi pembenaran. Pesan Presiden jelas dan tegas, bahkan jika perlu dikeluarkan lagi Perppu asal menyangkut penyelamatan rakyat," tutup Endang.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami