PAN Minta Penentuan Capres dan Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu Diputuskan Bersama

PAN Minta Penentuan Capres dan Cawapres Koalisi Indonesia Bersatu Diputuskan Bersama
Airlangga, Zukifli Hasan dan Suharso Monoarfa Gelar Pertemuan. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 18 Mei 2022 19:12 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua DPP PAN Saleh Daulay meminta kolega Koalisi Indonesia Bersatu, yaitu Golkar dan PPP tidak menentukan calon presiden dan calon wakil presiden secara sepihak. PAN meminta calon presiden dan calon wakil presiden dibahas bersama dan diputuskan menjadi keputusan bersama.

"Kita juga berharap kemudian misalnya nanti penentuan capres cawapres itu tidak dilakukan secara sendiri-sendiri oleh anggota koalisi tetapi ditetapkan secara bersama-sama," kata Saleh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5).

Masing-masing anggota koalisi boleh mengusulkan calon dari internalnya masing-masing. Namun perlu juga mempertimbangkan calon dari eksternal.

"Jadi, boleh nanti calonnya dari internal anggota koalisi artinya dari masing-masing parpol yang mungkin ada calonnya tetapi ada juga anggota masyarakat yang lain. Kita parpol ini kan bukan milik pribadi pengurus partai tapi milik masyarakat, milik bangsa ini," ujar Saleh.

2 dari 4 halaman

PAN Dorong Tokoh Luar Penjajakan dengan Koalisi Indonesia Bersatu

Ketua Fraksi PAN DPR RI ini mendorong bagi tokoh di luar partai koalisi ingin merasa cocok menjadi calon presiden bisa melakukan penjajakan dengan Koalisi Indonesia Bersatu.

Kata Saleh, akan ada tim yang dibentuk masing-masing partai untuk menilai bakal calon presiden dan calon wakil presiden. Hal ini agar koalisi mengusung calon presiden dan calon wakil presiden secara bersama-sama.

"Kalau ada anggota masyarakat yang ingin dan merasa tepat dan cocok dan mampu untuk menjadi pemimpin nasional ya silahkan melakukan penjajakan dengan kita. Lalu ditanya bagaimana mekanisme, sekarang sedang dibahas oleh tim yang akan dibentuk oleh masing-masing parpol supaya ada kesepakatan bersama," ujarnya.

"Yang paling penting adalah tiga partai ini harus kokoh, kuat dan bersama dalam rangka menata kurang lebih 1 tahun lebih ke depan untuk menyongsong pemilu itu," pungkas Saleh.

3 dari 4 halaman

Golkar Pede Airlangga Akan Diusung Sebagai Capres: Partai Terbesar di Koalisi

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily yakin Ketua Umumnya Airlangga Hartarto akan diusung sebagai calon presiden oleh koalisi bersama PPP dan PAN. Untuk diketahui, Partai Golkar, PAN dan PPP sepakat untuk menjalin koalisi pada pemilu 2024. Mereka pun menamakannya sebagai Koalisi Indonesia Bersatu.

Salah satu alasan Ace meyakini Airlangga bakal diusung sebagai capres karena peran Partai Golkar dalam koalisi.

"Ya Golkar kan sebagai partai terbesar di koalisi itu, itu penting," ujar Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5).

Golkar masih memegang teguh hasil Munas. Yakni mendorong Airlangga untuk diusung sebagai calon presiden.

"Kita masih konsisten hasil Munas Partai Golkar di mana Pak Airlangga sebagai Capres. Tapi tentu kita juga harus mendengarkan pandangan-pandangan parpol lain," kata Ace.

Hanya saja Koalisi Indonesia Bersatu belum bicara soal figur yang akan diusung. Koalisi hanya bicara soal gagasan.

"Nah tentu hingga saat ini kan kita belum bicara soap figur ya. Yang kita bicarakan adalah politik gagasan itu, di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan hal-hal yang ditawarkan kepada masyarakat terkait dengan politik gagasan tersebut," kata Ace.

Dia yakin Koalisi Indonesia Bersatu akan terus bertahan hingga Pemilu 2024. Sebab untuk menghadapi pemilu, partai-partai tidak bisa sendiri.

"Ya kita sangat yakin karena bagaimanapun membangun bangsa ini kan tidak bisa sendiri, dan karena itu kita harus yakin bahwa koalisi ini akan bisa bertahan hingga 2024," ucap wakil ketua Komisi VIII DPR RI ini.

4 dari 4 halaman

Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu

Diberitakan sebelumnya, Partai Golkar, PAN dan PPP sepakat untuk menjalin koalisi pada pemilu 2024. Mereka pun menamakannya sebagai Koalisi Indonesia Bersatu. Kerja sama tiga partai ini dimulai pada Selasa (12/5) malam.

"Komitmen kerjasama 3 partai politik, yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dalam pertemuan tanggal 12 Mei 2022, merupakan langkah awal bagi terbangunnya koalisi bersama partai politik menjelang pemilu 2024," Kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada merdeka.com, Jumat (15/3).

Ace menyebut, meski pemilu tahun 2024 masih dua tahun lagi, komitmen kerjasama ketiga partai politik ini mengisyaratkan adanya keseriusan untuk membangun platform, gagasan dan ide. Selain itu, disepakati bersama dalam perjuangan melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Ketiga partai politik telah memiliki pengalaman dalam pemerintah dan dalam dinamika politik bangsa. Dengan visi partai yang dimilikinya dan berbagai pengalaman politik, kesemuanya bersepakat untuk menyatukan diri membangun koalisi yang disebut Koalisi Indonesia Bersatu," jelas Ace.

Menurutnya, dua Pilpres terakhir menyisakan trauma mendalam karena menimbulkan pembelahan sosial dan polarisasi yang tidak kunjung sembuh meskipun pemilu sudah usai. Kata dia, semaraknya politik identitas mewarnai lanskap politik Indonesia.

"Pembelahan sosial ini seperti sulit dijembatani karena dua kutub yang esktrem terus terlibat pertengkaran dan saling caci maki hingga saat ini. Pertengkaran yang tidak ada sumbangsih apa pun untuk kemajuan bangsa," tuturnya.

Maka, lanjut Ace, tiga partai ini sepakat bahwa dalam Pemilu 2024 nanti tidak boleh mengalami atau terjebak pada hal yang sama. Koalisi Indonesia Bersatu ingin pemilu menjadi ajang kontestasi ide, gagasan, track record, dan prestasi. Selain itu, kesempatan untuk saling membuktikan diri mana yang terbaik di antara para peserta kontestasi.

Menurutnya, tujuan utama koalisi ini menjadikan Indonesia yang lebih makmur, lebih kaya, dan maju di masa depan. Jika ada persaingan, maka bentuknya harus friendly competition atau persaingan yang akan segera usai setelah pemilu usai. Sebab, bangsa butuh bersatu agar bisa bersama-sama membangun Indonesia.

"Untuk itu kami namakan koalisi ini sebagai Koalisi Indonesia Bersatu. Karena kalau mau membangun, mau maju, mau makmur, tidak akan bisa diperoleh secara maksimal kalau kita tidak kembali bersatu," jelas Ace.

Dia menjelaskan, Koalisi Indonesia Bersatu diinisiasi oleh tiga partai. Maknanya, kata bersatu merupakan gabungan dari simbol-simbol Golkar, PAN, PPP. BERingin adalah lambangnya Golkar, SuryA (Matahari) PAN, dan BaiTUllah (Ka'bah) PPP.

"Jadilah kalau digabung menjadi Indonesia Bersatu. Kalau dibuatkan filosofinya, ini adalah sebuah harapan, menjadi sebuah koalisi yang berdiri kokoh, tumbuh kuat dan besar berkat sinar matahari, dan mendapatkan ridho dari Allah SWT," terang Ace.

"Tentu koalisi ini sangatlah inklusif. Kami masih sangat terbuka untuk bekerjasama dengan partai politik lainnya karena yang menyatukan kami adalah kesepakatan gagasan dan ide untuk membangun Indonesia," tutup Ace. (mdk/gil)

Baca juga:
KIB Ingin Akhiri Polarisasi, Pengamat: Efektif untuk Kelompok Pemula
Golkar Deklarasi KIB, Junimart: PDIP Tak Perlu Koalisi Bisa Usung Capres
Golkar Jakarta Segera Konsolidasi, Perkuat Koalisi Indonesia Bersatu
Golkar Beri Sinyal Airlangga Capres Bukan Harga Mati di KIB
Demokrat-PKS Diprediksi Gabung Koalisi Indonesia Bersatu, NasDem ke Kubu PDIP
AHY: Demokrat Tak Tergesa-gesa Sikapi Koalisi Golkar-PAN-PPP
Ridwan Kamil Bertemu Zulhas dan Airlangga, PAN: Tak Berarti Tentukan Capres-Cawapres

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami