PAN Nilai Stafsus Milenial Membuat Gemuk Birokrasi Istana

POLITIK | 22 November 2019 14:08 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menilai pengangkatan Staf Khusus (Stafsus) untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak sesuai dengan prinsip efisiensi anggaran yang digelorakan Jokowi selama ini. Kata dia, keberadaan staf membuat birokrasi di Istana semakin gemuk.

"Presiden Jokowi diminta menjelaskan tugas dan fungsi staf khusus yang diangkat. Pasalnya, pengangkatan itu seakan bertolak belakang dengan prinsip efisiensi anggaran yang dicanangkan. Dikhawatirkan, para staf khusus tersebut akan semakin membuat gemuk birokrasi di lingkungan Istana," kata Saleh di pada wartawan, Jumat (22/11).

1 dari 2 halaman

Pembantu Presiden Sudah Banyak

Saleh menilai selama ini pihak yang membantu presiden sudah cukup banyak. Sehingga, lanjutnya, tidak perlu lagi ada tambahan stafsus.

"Pembantu presiden kan banyak. Mulai dari para menteri, wakil menteri, staf kepresidenan, juru bicara, staf rumah tangga kepresidenan. Jumlahnya tidak sedikit. Sepintas, dengan jumlah staf sebanyak itu, urusan internal di istana kepresidenan sudah dapat terselenggara dengan baik. Kalau sekarang ditambah dengan staf khusus kepresidenan, silakan dinilai sendiri. Apakah itu efisien atau tidak," ungkapnya.

Dia tidak mengetahui apakah selama ini Jokowi sudah memiliki sfatsus. Pasalnya, Saleh belum pernah mendengar tugas yang dikerjakan stafsus.

"Saya tidak pernah dengar aktivitasnya. Mungkin bisa saja karena saya yang kurang mengikuti. Tapi mestinya, kalau gerakan dan aktivitasnya jelas, semua orang pasti akan tahu. Ini rasa-rasanya enggak seperti itu," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Jokowi Umumkan Stafsus Milenial

Presiden Jokowi memperkenalkan tujuh orang staf khusus baru yang akan membantu di Istana. Sambil lesehan di teras Istana Merdeka, Jokowi memperkenalkan para staf yang rata-rata berumur 30 tahun itu.

Mengenakan kemeja putih, para staf khusus baru itu diperkenalkan, Kamis (21/11). Jokowi mengatakan, para staf khusus ini tidak akan full time membantu.

"Tidak harus tiap hari bertemu," kata Jokowi.

Berikut nama-nama staf khusus baru Jokowi dari kalangan milenial

1. Adamas Belva Syah Devara (29 tahun Lulusan S2 Harvard dan Stanford. Pendiri dan CEO Ruangguru)

2. Putri Indahsari Tanjung (23 tahun Lulusan Academy of Art San Fransisco)

3. Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun Lulusan Harvard Kennedy School)

4. Ayu Kartika Dewi (Pendiri Gerakan Sabang-Merauke)

5.Gracia Billy Mambrasar (31 tahun lulusan Oxford Universtiy)

6. Angkie Yudistia (32 tahun). Ditunjuk Jokowi menjadi jubir presiden Khusus di bidang sosial

7. Aminuddin Maruf (33 tahun mantan ketum PB PMII)

Selain ketujuh staf khusus baru itu, Jokowi menyatakan staf khusus yang lama masih tetap bertugas seperti AA Ari Dwipayana dan beberapa nama lainnya. (mdk/ray)

Baca juga:
PPP: Jokowi Angkat Stafsus Milenial Karena Prestasi Bukan Siapa Orang Tua Mereka
Jokowi Beri Wewenang Seluruh Perizinan Investasi ke BKPM
PKS Nilai Tugas 7 Stafsus Milenial Jokowi Tumpang Tindih dengan KSP
7 Stafsus Jokowi Milenial, Fahri Harap Bukan Sekadar Pajangan
Golkar Soal 7 Stafsus Jokowi Kalangan Milenial: Anak Muda Pasti Semangat