PAN Soal Nama Calon Menteri: Ditawarkan juga Tidak

POLITIK | 16 Agustus 2019 16:35 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan pihaknya tidak pernah meminta jatah kursi menteri pada presiden terpilih Joko Widodo. Bahkan, kata dia, Jokowi tidak pernah menawarkan jatah kursi menteri untuk PAN.

"Ditawarkan juga tidak, kita kan tidak mau ke geeran nyodor-nyodorin nama. Bukan karakter PAN untuk meminta-minta," kata Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Terkait komposisi menteri sebesar 55 untuk kalangan profesional dan 45 untuk kalangan partai politik Eddy juga tidak berkomentar banyak. Kata dia, itu adalah hak prerogatif presiden terpilih.

"Saya pikir perlu kita hargai, apresiasi, bagaimanapun juga Pak Presiden paling mengetahui siapa kabinet yang akan membantu bekerja bersama beliau untuk menghadapi tantangan besar lima tahun mendatang," ungkapnya.

Diketahui, teka teki siapa calon menteri untuk kabinet presiden Joko Widodo jilid II akan segera terungkap. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berjanji segera mengumumkan nama-nama calon menteri yang ia pilih untuk membantunya di pemerintahan 2019-2024.

Pernyataan soal calon menteri itu, diucapkan Jokowi saat makan siang bersama pimpinan redaksi media massa di Istana Negara, Rabu (14/8). Dalam pertemuan itu Jokowi menegaskan nama-nama yang ia pilih jadi menteri juga sudah diberitahukan ke partai koalisi pendukungnya.

"Partai sudah diberitahu nama-nama anggota kabinet," kata Jokowi.

Baca juga:
Ketum NasDem Surya Paloh akan Hadiri Muktamar PKB di Bali
Disebut jadi Calon Menteri Jokowi, Edhy Prabowo Tegaskan Ikut Perintah Prabowo
Sekjen Parpol Koalisi Jokowi Bertemu Bahas Susunan Kabinet hingga Oposisi Gabung
Berharap Tak Dikurangi, PKB Ingin Jumlah Menteri Lebih dari Tiga
KPK Setuju Jaksa Agung Tak Lagi dari Parpol

(mdk/bal)