Panelis Debat Capres juga Ingin Moderator Paham Pertanyaan yang Disiapkan
POLITIK | 8 Februari 2019 21:09 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua Pilpres 2019 Joni Hermana mengatakan, para panelis akan membuat pertanyaan untuk para pasangan calon presiden-wakil presiden sebanyak mungkin. Debat kedua pilpres akan berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada 17 Februari 2019.

"Enggak (100 pertanyaan), kalau pertanyaan sebanyak mungkin kan nanti mereka akan memilih. Jadi tergantung kondisi nanti di lapangan kan bisa saja yang terambil 5 yang terambil 3. Tugas kita hanya membuat pertanyaan saja," kata Joni di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta Pusat, Jumat (8/2).

Dia pun menjelaskan, para panelis akan membuat pertanyaan sebanyak mungkin sesuai potensi masing-masing. Setelah itu, akan ada proses pembahasan secara pleno di antara para panelis.

Hal itu dilakukan oleh para panelis untuk menghindari jika ada bentuk pertanyaan yang sama atau mempunyai maksud dan tujuan yang sama.

"Karena boleh jadi pertanyaan kita tuh sama dengan pertanyaan yang lain dalam hal ini akan dihindarkan hal-hal yang sifatnya seperti itu. Kemudian nanti setelah semua selesai kita akan melakukan proses diskusi bersama dengan moderator yang akan membawakan, karena mereka juga arus paham dengan apa yang menjadi pertanyaannya," jelasnya.

Jika sudah menentukan pertanyaan yang akan diberikan kepada paslon, para panelis ini akan melakukan rapat atau koordinasi dengan para moderator yakni Tommy Tjokro dan Annisa Dasuki. Hal itu agar para paslon bisa menjawab sesuai dengan pertanyaan.

"Dari narasi maupun kontennya, sehingga kalau misalnya kan bisa saja yang ditanya apa jawabnya kemana gitu, enggak nyambung gitu ya. Nah harapannya kalau moderator memahami apa konten yang dimaksud nanti bisa mengarahkan para calon itu untuk menjawabnya sesuai dengan apa yang ditanya," pungkasnya.

Sebelumnya, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang juga sebagai panelis debat kedua pilpres Joni Hermana mengatakan, pertanyaan-pertanyaan yang akan dibuat oleh para panelis nanti berbeda pada debat pertama pilpres. Hal itu agar tak ada jawaban yang sama dari para pasangan calon presiden-wakil presiden.

"Kita berusaha untuk memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih tidak normatif seperti yang. Jadi, dalam hal ini kita juga mengingkan agar tidak ada jawaban yang sama dari keduanya, normatif," kata Joni, Jumat (8/2).

Selain karena agar tak ada jawaban yang sama dari para paslon, juga bertujuan untuk masyarakat agar lebih mengetahui konsep apa yang dipunya dari masing-masing paslon.

"Sehingga memberi gambaran kepada audience dan masyarakat sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan secara baik. Jadi intinya sebetulnya seperti itu," ujarnya.

Baca juga:
Panelis Debat Kedua Pilpres: Kita Susun Pertanyaan Yang Tak Normatif
KPU Gelar FGD Bareng 8 Panelis Bahas Materi Debat Capres Kedua
Sandiaga Harap KPU Objektif saat Pemutaran Video di Debat Capres
Bakal Hadiri Debat Capres, Sandiaga akan Pijat Prabowo
Survei Populi: Pemilih Loyal Jokowi dan Prabowo Sama-sama Meningkat
KPU Siapkan 5 Film Pendek di Debat Kedua, Ini Mekanisme Penayangannya
KPU Bakal Putar Film Pendek di Debat Capres Kedua

(mdk/rnd)