Para Ketum Parpol di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

POLITIK | 23 Oktober 2019 09:24 Reporter : Mardani

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah mengumumkan nama-nama para menteri di kabinet barunya hari ini di Istana Negara. Setelah diumumkan, para menteri itu langsung dilantik.

Ada perbedaan mencolok antara kabinet Jokowi jilid satu dengan kabinet Jokowi jilid dua ini. Pada kabinet jilid dua ini Jokowi tak 'mengharamkan' ketua umum parpol menjadi pembantunya di kabinet.

Padahal, pada periode pertama 2014 lalu, Jokowi melarang menterinya rangkap jabatan di partai politik. Saat itu, keputusan Jokowi tersebut ditentang oleh sejumlah elite partai politik pendukungnya. Beberapa di antaranya yakni; Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Namun, Jokowi saat itu tetap pada keputusannya, melarang elite parpol menjadi menterinya. Saat itu, Jokowi beranggapan rangkap jabatan menteri dan parpol akan mengakibatkan para pembantunya di kabinet tidak fokus dalam bekerja.

"Satu jabatan saja belum tentu berhasil, apalagi dua," kata Jokowi saat itu.

Alhasil, para menteri Jokowi di periode awal pemerintahannya tak ada ketum atau elite parpol. Jika pun ada, langsung mundur dari posisinya di parpol, semisal Puan Maharani yang saat itu mundur dari posisi ketua DPP PDIP.

Beda dulu beda sekarang. Kini, Jokowi tak melarang ketum atau elite parpol menjadi menteri di kabinet pamungkas di periode akhir kepemimpinannya. Tercatat ada tiga orang ketua umum parpol yang diangkat menjadi menteri. Berikut ulasannya:

1 dari 3 halaman

Ketum Golkar Airlangga Hartarto

Airlangga Hartarto resmi menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Airlangga merupakan Ketua Umum Partai Golkar. Di periode Jokowi jilid pertama, Airlangga menjabat sebagai Menteri Perindustrian.

Saat itu, Airlangga menggantikan Saleh Husin pada perombakan Kabinet Kerja Joko Widodo 27 Juli 2016. Airlangga kemudian terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar secara aklamasi melalui rapat pleno yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu 13 Desember 2017. Keputusan aklamasi dicapai setelah Aziz Syamsuddin mengundurkan diri dari pencalonan sebagai ketua umum Golkar.

Airlangga kemudian resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar, Rabu 20 Desember 2017. Airlangga mendapatkan dukungan penuh dari keseluruhan 34 Dewan Pimpinan Daerah tingkat I, 514 DPD tingkat II, dan 10 Ormas pendiri dan yang didirikan oleh Golkar.

2 dari 3 halaman

Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa

Selain Ketum Golkar, menteri di kabinet Jokowi yang berstatus ketum parpol adalah Suharso Monoarfa. Mantan menteri di era SBY itu dipilih Jokowi menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Suharso berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di PPP, Suharso menjabat sebagai Plt Ketua Umum. Suharso dipilih menjadi Plt Ketum PPP di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP, di Hotel Seruni, Bogor, Rabu (20/3/2019). Suharso menggantikan Romahurmuziy yang diberhentikan sebagai Ketum PPP karena tersangkut kasus korupsi.

Usai dipanggil Jokowi, Selasa (22/10/2019) kemarin, Suharso menegaskan tak akan mundur dari posisi Plt Ketum PPP jika menjabat sebagai menteri. Dia juga menyatakan Presiden Jokowi tak masalah jika para menterinya juga menjabat sebagai ketum parpol.

"Kata Presiden tidak apa-apa (rangkap jabatan)," kata Suharso usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

3 dari 3 halaman

Ketum Gerindra Prabowo Subianto

Ketua umum parpol yang menjadi menteri Jokowi selanjutnya adalah Prabowo Subianto. Rival Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 ini membuat publik terkejut karena bersedia menjadi anak buah Jokowi di pemerintahan. Prabowo dipilih Jokowi menjadi Menteri Pertahanan.

"Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Prabowo mengaku diberi pengarahan oleh Jokowi terkait tugas-tugas menteri. Dia berjanji akan bekerja sesuai target dan harapan dari Jokowi.

"Tadi beliau pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," terangnya.

Di Partai Gerindra, Prabowo saat kini menjabat sebagai ketua umum sekaligus ketua dewan pembina. Prabowo merupakan tokoh utama di partai berlambang burung garuda itu. Dia juga merupakan pendiri Gerindra. (mdk/dan)

Baca juga:
Ini Lima Menteri Perempuan di Kabinet Indonesia Maju, Dua Wajah Baru
Jokowi Tunjuk Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, Tito Karnavian Sebagai Mendagri
Inilah Wajah Lama dan Baru Menteri di Kabinet Jokowi
Dipilih Jokowi Jadi Menteri Agama, Fachrul Razi Diminta Urus Radikalisme
Nadiem Makarim Ditunjuk Jadi Mendikbud