Pasang Ribuan Spanduk Sosialisasi, Eks Aktivis 98 Siap Maju Pilwalkot Tangsel

Pasang Ribuan Spanduk Sosialisasi, Eks Aktivis 98 Siap Maju Pilwalkot Tangsel
POLITIK | 7 Maret 2020 21:05 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Spanduknya mulai bertebaran di jalan-jalan ruas kota dan pelosok kampung Tangerang Selatan. Targetnya mengenalkan diri melalui pesan yang dipajang dan berharap digandeng partai untuk jadi calon di pilwalkot.

Dialah Azmi Abu Bakar, ketua pengurus DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Banten yang bertekad maju sebagai calon Wali kota Tangsel, dalam Pilkada Tangsel 2020 ini

"Pasang spanduk, banner, billboard. Untuk sosialisasi ke masyarakat dan mengenalkan diri," ungkap Azmi Abu Bakar yang juga pendiri Museum pustaka peranakan Tionghoa di BSD, Serpong, Sabtu (7/3).

Selain terus berusaha mengenalkan diri dengan pemasangan spanduk, pengusaha real estate ini juga kerap turun langsung ke masyarakat dengan memanfaatkan momentum terkini di masyarakat.

"Tahap sosialisasi ini untuk mengetahui siapa yang cocok. Kadang juga kita melakukan fogging. Dibanding cuma pasang spanduk duitnya lebih baik ke sana," katanya.

Diakuinya, pengenalan melalui media luar ruang dengan tampilan wajah dan jargon-jargon yang disampaikan, juga banyak dilakukan sejumlah pendukung, baik dari rekanan bisnis dan patner politiknya.

"Sudah ada 7 titik billboard. Kalau banner itu ribuan, karena yang memasang siapa saja. Ada pendukung-pendukung kecil," terang sarjana Teknik Sipil lulusan Institut Teknologi Indonesia ini.

Pria kelahiran Jakarta, berdarah Aceh, yang menggaungkan keberagaman dan fokus pada persoalan kebangsaan ini, juga terus intens melakukan komunikasi dengan sejumlah calon lain, yang namanya lebih dulu diketahui warga Tangsel.

"Tentu harus gandeng, PSI kan hanya empat kursi dan komunikasi ke calon lain, ada beberapa. Ini kan kontestasi demokrasi, yang penting kenal saja dulu. Saya juga kerap diundang ke sekolah-sekolah dan kampus, karena fokus saya kebangsaan untuk mempererat keberagaman," kata mantan Aktivis 1998 ini.

Menurut dia, Tangsel adalah kota yang maju, terhitung sejak 30 tahun lalu dia tinggal dan besar, Tangsel sudah banyak berubah.

Namun, perubahan itu tak lantas membuat seluruh warga masyarakat Tangsel bisa merasakan.

"Saya melihat masih ada jarak, ada ketimpangan ekonomi, infrastruktur terjadi di Tangsel. Saya mengusung tagline setara. Kalau setara, maka semua merasakan persamaan meski ada dalam perbedaan," ucap pendiri komunitas Betawi Tangsel ini. (mdk/bal)

Baca juga:
PKS Siapkan Kadernya Ruhama Ben untuk Bertarung di Pilkada Tangsel
Bacawalkot Riza Sebut Tangsel Punya Banyak Kampus, Cocok Jadi Kota Mahasiswa
Syarat Tidak Terpenuhi, Suhendar Mundur dari Jalur Perseorangan Pilkada Tangsel
Jelang Pilkada 2020, 70 Ribu Warga Tangsel Belum Punya e-KTP
Bawaslu Tangsel Ingatkan Petahana Tak Mutasi ASN 8 Bulan Jelang Pilkada
Hindari Politik Uang, Alasan PSI Seleksi Terbuka Bacalon Pilwakot Tangsel

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5