PBNU: Dakwah Menebar Kebencian Bukan Ajaran Nabi Muhammad

POLITIK | 14 November 2018 20:37 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini menyinggung orang-orang yang berdakwah tetapi diselipi ujaran kebencian. Menurutnya, pendakwah demikian jauh dari ajaran Nabi Muhammad.

"Jadi kalau sekarang bertebaran ada orang-orang yang mengatasnamakan syiar Islam, tapi dalam dakwahnya hobinya hanya menebar kebencian menebar teror menebar permusuhan hampir kita pastikan ini jauh dari tuntunan nabi besar Muhammad," katanya di kediaman cawapres Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11).

Dia menjelaskan, Nabi Muhammad mengajarkan Islam sebagai agama yang ramah, tidak marah. "Islam adalah agama yang merangkul bukan memukul. Islam adalah agama yang mengajak bukan mengejek," jelasnya.

Helmy menambahkan, dakwah Islam di Indonesia adalah yang ramah. Hal itu menjadi bukti kebesaran bangsa sebagai negara muslim terbesar.

Dia menjelaskan, dari keseluruhan umat Islam di Indonesia, ada 10 persen yang tidak melakukan Maulid Nabi. Dia berharap jika Ma'ruf Amin menjadi wakil presiden, 10 persen ini bakal mengikuti Maulid Nabi.

"InsyaAllah nanti Kiai Ma'ruf Amin jadi wakil presiden yang 10 persen ini menjadi 100 persen umat Islam ini cinta terhadap Nabi Muhammad," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Soal Langkahi Makam, Ma'ruf Amin Bilang Petinggi NU Maafkan Sandiaga
'Makam itu diduduki saja enggak boleh, ini malah dilangkahi sama Sandiaga'
Ma'ruf tak masalah cucu pendiri NU di kubu Prabowo, yang penting tak fitnah & memaki
Cucu pendiri NU gabung Prabowo, Kubu Jokowi bilang 'kita ada Yenny Wahid'
Jadi jubir Prabowo-Sandi, Gus Irfan pastikan NU tetap netral di Pilpres
Koalisi Prabowo-Sandi resmi tunjuk cucu pendiri NU Irfan Yusuf jadi jubir

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.