PBNU: Gus Dur bisa kaya jika sebut 'Saya dukung Soeharto'

POLITIK | 1 Februari 2013 09:29 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Almarhum mantan presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur hingga kini masih banyak dikagumi oleh masyarakat. Sikapnya yang sederhana saat menjabat sebagai presiden atau sebelumnya, membuat orang menyukai figur Gus Dur.

Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, figur Gus Dur orang yang sangat miskin. Kemiskinan Gus Dur terjadi saat sebelum menjabat Presiden keempat Indonesia.

"Gus Dur itu miskin. Kalau mau ke Jawa Timur saja, kita-kita (pengurus NU) patungan buat ongkos beliau. Kadang-kadang makan juga cuma nasi bungkus kaki lima," ujar Said saat berbincang dengan merdeka.com di ruangannya, Jakarta, Kamis (31/1).

Sebenarnya, lanjut Said, saat itu Gus Dur bisa berubah menjadi kaya hanya dengan hal sepele. Yakni dengan mengucapkan tiga kata saja, hidup Gus Dur pasti berubah 180 derajat.

"Dia hanya perlu bilang 'Saya dukung Soeharto'," katanya.

Tapi Gus Dur menolaknya. Menurut Said, alasan Gus Dur ogah berucap 'Saya dukung Soeharto' karena figur presiden kedua Indonesia itu lebih kepada sosok seorang diktator.

"Tetapi biar seperti itu, Gus Dur terus menyuarakan demokrasi," tutur pria yang merupakan cucu dari pendiri NU, Hasyim Asy'ari itu.

(mdk/lia)