PDIP Ingatkan Relawan Tak Bisa Ikut Campur Soal Urusan Menteri

POLITIK | 24 Oktober 2019 18:20 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Relawan Pro Jokowi atau Projo membubarkan diri karena merasa kecewa Presiden Joko Widodo menunjuk Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju. Padahal sebelumnya Jokowi dan Prabowo merupakan rival sengit dalam Pilpres 2014 dan 2019.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan relawan tak bisa ikut campur tangan dalam urusan penunjukan menteri yang menjadi hak prerogatif presiden.

Dia menegaskan, relawan memiliki semangat dengan sadar membantu Jokowi dalam Pilpres. Setelah berhasil mengantarkan Jokowi menang, menurutnya relawan harus membubarkan diri.

"Ketika Pak Jokowi sudah terpilih dan kemudian puncaknya adalah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di MPR, kemudian membentuk kabinet, ya sekiranya relawan kemudian membubarkan diri. Tentu saja kami memberikan apresiasi atas seluruh kerja dari Projo dan itu keputusan yang kami juga tidak bisa campur tangan terhadap hal tersebut," kata Hasto di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/10).

Namun demikian, dia mengungkapkan, pihaknya tak melupakan kontribusi para relawan. Pihaknya mencatat peran seluruh relawan dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Para relawan ini menggarap segmen khusus dan juga bergerak melalui media sosial sampai pintu ke pintu untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

"PDI Perjuangan juga berdialog dengan relawan. Ada relawan yang terus memantapkan organisasinya di dalam jalur kemasyarakatan, ada yang kemudian juga membubarkan diri. Itu suatu hal yang biasa," ujarnya.

Jokowi, menurutnya, tak bisa menyenangkan semua pihak. Hasto mengatakan, Jokowi bukan seperti penjual es krim yang selalu terasa enak dan manis.

"Untuk itu, tugas Pak Jokowi adalah membawa kemajuan bagi bangsa ini. Tugas Pak Jokowi menciptakan kemakmuran dan keadilan melalui gerak kolektif pemerintahan yang didukung oleh semua jajaran birokrasi, seluruh jajaran politik, seluruh rakyat Indonesia. Jadi, gerak kemajuan itu gerak bersama, tidak bisa kepuasan itu diukur oleh individu," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Mendag Agus Belum Putuskan Bakal Punya Wakil Menteri
Cerita Wapres Ma'ruf Amin Ikut Rapat Kabinet Hingga Langsung Tinjau Kantor
Erick Thohir: Wakil Menteri BUMN Kemungkinan Diangkat Besok
Keluarga Peristiwa Semanggi Sebut Jokowi Jauh dari Sila Ke-2 Pancasila
Banyak Menteri Jokowi dari Kalangan Partai, BPK Beri Peringatan Khusus
Golkar Bersyukur Dapat 3 Kursi Menteri di Kabinet Indonesia Maju

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.