PDIP Jateng Prediksi Gibran-Teguh Berpotensi Calon Tunggal di Pilkada Solo

PDIP Jateng Prediksi Gibran-Teguh Berpotensi Calon Tunggal di Pilkada Solo
POLITIK » MALANG | 17 Juli 2020 20:29 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa berpotensi menjadi calon tunggal Wali Kota Solo pada Pilkada 2020. Sebab belum ada partai lain yang mengajukan nama untuk menjadi lawan Gibran di Pemilihan Wali Kota pada 9 Desember 2020.

"Kemungkinan calon tunggal, dari luar partai PDIP sampai saat ini belum ada yang mengajukan nama calonnya. Tetapi lihat saja nanti saat pendaftaran ke KPU," kata Sekretaris PDIP Jawa Tengah, Bambang Kusriyanto di DPD PDIP Jawa Tengah, Jumat (17/7).

Dia mengungkapkan, selain Solo, daerah lain di Jateng yang bakal calon Kepala Daerahnya berpotensi lawan kotak kosong. Mereka kondisinya macam-macam ada yang sudah berkoalisi sama di luar partai.

"Beberapa kabupaten kota yang sudah pasti lawan kotak kosong yakni Kota Semarang, Grobogan, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Sragen, dan Sukoharjo," jelasnya.

Mengingat kondisi perkembangan politik pada Pilkada 2020 di Jateng masih sangat dinamis, kata dia, lebih baik menunggu rekomendasi calon Kepala Daerah keluar.

"Dinamika masih berkembang. Sehingga menjadi calon tunggal atau tidak, kita tidak tahu. Kita tunggu setelah rekomendasi keluar semua. Jika sudah keluar, nantinya partai-partai akan bisa menentukan sikap gabung atau tidak," jelasnya.

Bambang menyatakan PDIP menargetkan 15 kemenangan di 21 Kabupaten dan Kota se-Jateng yang menyelenggarakan Pilkada serentak tahun ini. Namun, Bambang tidak menjelaskan detail daerah mana saja yang menjadi sasaran PDIP untuk menang di Jateng saat Pilkada serentak 2020.

"Target kemenangan pasti punya. Tetapi yang pasti semua rekomendasi calon dari PDIP optimis menang," ungkapnya.

Sementara itu, empat Kabupaten Kota di Jawa Tengah belum mendapat rekomendasi dari DPP PDIP karena proses verifikasinya belum selesai hingga kini. Sejumlah pasangan calon yang melaksanakan pilkada mendapat rekomendasi harus berkoalisi dengan partai lain.

"Jadi tidak bisa maju sendiri, yang belum dapat rekomendasi dari DPP karena sampai saat ini konsolidasi dengan partai lain belum selesai. Kalau sudah ya, pastinya dari partai lain sudah gabung," katanya.

Dia menyebut dalam pengumuman tahap I beberapa waktu lalu, sejumlah nama pasangan dari 12 daerah yang melaksanakan pilkada mendapat rekomendasi harus berkoalisi dengan partai lain.

"Jateng tinggal 4 kabupaten kota yang belum mendapat rekomendasi DPP yakni Kabupaten Rembang, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, dan Kota Magelang," jelasnya.

Terkait untuk Jateng sendiri target perolehannya 60 persen lebih dari 21 pilkada kabupaten kota. "Artinya paling tidak calon kepala daerah yang diusung partainya bisa menang pilkada di 15 kabupaten kota," ungkapnya. (mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami