PDIP Percepat Kongres V untuk Susun Strategi Setelah Pemilu

POLITIK | 14 Juni 2019 10:52 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan dalam Kongres V, partai berlambang Banteng moncong putih itu bakal menyusun agenda strategi setelah pemilu 2019. Maka itu Kongres V dipercepat pada 8 Agustus 2019.

"Percepatan Kongres V selain untuk menyesuaikan dengan agenda pemerintahan negara, juga untuk menyusun seluruh agenda strategis Partai pasca Pemilu 2019, dan sebagai langkah preemptive bagi tugas Ideologis-strategis Partai ke depan. Itulah yang menjadi intisari pemikiran Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Hasto dalam keterangan pers, Jumat (14/6).

Agenda Kongres V juga dilakukan sebelum pelantikan pasangan calon presiden terpilih dan anggota DPR-MPR. Hasto menuturkan, dengan demikian PDIP langsung terkonsolidasi.

"PDI Perjuangan semakin fokus mendukung sepenuhnya jalannya pemerintahan Jokowi, karena itu mengapa konsolidasi ideologi, politik, konsolidasi struktural, dan konsolidasi program sudah dilakukan melalui gerak mendahului dalam Kongres V. Jadi keputusan mempercepat sangat strategis dan sebagai implementasi jatidiri sebagai Partai Pelopor," jelasnya.

Hasto juga menyebut, keputusan mempercepat Kongres V adalah sikap progresif pikir dan gerak kepartaian. Itu demi mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Persiapan seluruh jajaran kepartaian untuk menjadi kekuatan utama yang efektif mengawal Jokowi-KH Maruf akan dilakukan lebih awal. PDI Perjuangan sebagai Partai Pelopor berdiri di depan bagi kemajuan Indonesia Raya di segala bidang kehidupan," kata Hasto.

Sebelumnya, Kongres V PDIP dipercepat pada 8-10 Agustus 2019. Seharusnya Kongres V baru digelar 2020. Adapun agenda utama Kongres adalah pemilihan Ketua Umum.

Sekretaris Badan Pendidikan dan Latihan DPP PDI Perjuangan, Eva Sundari mengatakan Kongres V dipercepat karena regenerasi. PDIP tengah menyiapkan percepatan regenerasi.

"Percepatan regenerasi, banyak hal penting harus segera direspon oleh pasukan baru," ujar Eva kepada wartawan, Kamis (13/6).

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT