PDIP Tegur Masinton Pasaribu Gara-Gara Bicara soal PKS dan Demokrat

PDIP Tegur Masinton Pasaribu Gara-Gara Bicara soal PKS dan Demokrat
Diskusi eks narapidana korupsi dilarang nyaleg. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo
NEWS | 25 Juni 2022 16:08 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mendapatkan teguran karena memberikan pernyataan yang berbeda dengan sikap partai. Pernyataan Masinton terkait kemungkinan PDIP koalisi dengan PKS dan Demokrat.

Bahkan Masinton menilai, pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menolak koalisi dengan PKS dan Demokrat hanya pandangan pribadi.

Menanggapi sikap Masinton, Hasto mengatakan, anggota Komisi XI DPR RI itu telah dilaporkan ke Badan Kehormatan partai. Masinton akan mendapatkan teguran.

"Saya sudah koordinasi dengan badan kehormatan dan sebelumnya Pak Masinton sudah mendapat teguran lisan dan sekarang akan diberikan teguran lagi sesuai dengan AD/ART partai," kata Hasto di kawasan JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (25/6).

Hasto menegaskan, anggota PDI Perjuangan harus berbicara sesuai dengan ruang lingkupnya. "Setiap anggota partai harus berbicara sesuai dengan ruang lingkup," katanya.

2 dari 2 halaman

PDIP Tolak Koalisi dengan PKS dan Demokrat

Sikap PDIP ditegaskan kembali oleh Hasto bahwa sulit membangun kerjasama dengan PKS dan Demokrat. Sikap politik tersebut telah melihat seluruh kebijakan.

"Sehingga itu merupakan hal yang rasional, hal yang biasa di dalam demokrasi. Ada suatu partai yang betul-betul bisa bounded membangun kerjasama ada yang berbeda. PDIP sikap politik seperti itu untuk menyampaikan sikap politik dan itu juga dengan melihat seluruh kebijakan," ujar Hasto.

Sebelumnya, anggota DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu menilai pernyataan Hasto soal PDIP sulit berkoalisi dengan PKS dan Demokrat, hanya pandangan pribadi.

"Yang disampaikan pak Sekjen secara pribadi. Tentu beliau menyampaikan itu fenomena di akar rumput. Terutama kepengurusan di level bawah ketika melakukan kerja sama dalam suatu gerak umpama fenomena dalam pilkada. Chemistrynya sudah ketemu dalam langgam gerak di bawah," kata Masinton di DPR RI, Jumat (24/6).

Menurut Masinton masih terbuka peluang koalisi dengan PKS dan Demokrat.

"Artinya bisa dilakukan kerja sama di level politik atasnya, cuma di bawahnya di atasnya ketemu di bawahnya bisa beda. Langgam geraknya nggak sama. Kadang begitu. Itu harus dimix," jelasnya.

(mdk/rnd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini